Headline

Jumat, 22 November 2019 - 16:18 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Dokumen Surat Penegasan Mantan Bupati Manggarai Gaspar P. Ehok (Dok.Istimewah/Andre Kornasen)

Dokumen Surat Penegasan Mantan Bupati Manggarai Gaspar P. Ehok (Dok.Istimewah/Andre Kornasen)

Formamata Ungkap Modus Perompakan Tanah Toro Lemma Batu Kallo

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Forum Masyarakat Anti Mafia Tanah (FORMAMATA) kabupaten Manggarai Barat mengklaim bahwa pihaknya telah menemukan modus perompakan tanah Toro Lemma Batu Kallo yang sebelumnya di klaim Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla.

“Hasil investigasi Formamata telah menemukan sejumlah modus yang sering Dipakai oleh para aktor Mafia tanah di Labuan Bajo untuk mengambil tanah di Toro Lemma Batu Kallo seperti yang diklaim Bupati Manggarai Barat,” kata Nurkholis, Sekretaris Formamata kabupaten Manggarai Barat kepada wartawan, Jumat (22/11/2019).

Gambar tanah Toro Lemma batu Kallo yang sudah disertifikatkan kepada sejumlah nama (Dok.Istimewa/Andre Kornasen)

Modus perampokan tanah Toro Lemma Batu Kallo seluas kurang lebih 30 Ha (300.000 m2) yang terjadi selama ini, jika benar tanah tersebut adalah Tanah Pemda Manggarai Barat.

Kepada wartawan, ia menunjukan gambar tanah Taro Lemma batu Kallo yang sudah di sertifikatkan kepada sejumlah nama.

“Gambar-Gambar ini menceritakan Modus yang dilakukan untuk perlahan-lahan merampok tanah Pemda itu secara diam-diam. Siapa yang terlibat? Ya, nama-nama orang yang tertulis dalam Gambar tanah Toro Lemma Batu Kalo yang sudah diplotting untuk mendapatkan bidang-bidang pembagian tanah tersebut, oknum-oknum Pemda yang menandatangani Gambar Situasi (GS) dalam Sertifikat Hak Milik yang telah diterbitkan BPN Manggarai Barat, dan oknum Pemda yang membuat Surat Rekomendasi, dan oknum-oknum BPN Manggarai Barat,” tuturnya.

Surat Penegasan Drs.Gaspar P. Ehok (Dok.Istimewah/Andre Kornasen)

Sampai hari ini, kata Nurkholis, BPN Manggarai Barat telah terbitkan 6 (ENAM) sertifikat hak milik orang perorangan (pribadi) di tanah Toro Lemma Batu Kalo itu.

“Tetapi masih ada satu orang yang muncul dan mengklaim punya hak atas tanah seluas 3 Ha (30.000 m2) di Toro Lemma Batu Kalo itu. Belakangan mau diperluas jadi 5 Ha (50.000 m2). BPN Manggarai Barat melayani proses permohonan Sertifikat Hak Miliknya. Pengukuran dilakukan Hari Minggu. Hari libur. Kabarnya yang bersangkutan dapat Surat Rekomendasi Pemda Mabar,” ungkapnya menjelaskan.

Saat ditanyai wartawan apakah Pemda Mabar atau pihak lain keberatan atau mempersoalkan klaim 3 Ha yang hendak diperluas jadi 5 Ha dari yang bersangkutan yang diproses oleh BPN Manggarai Barat, dengan tegas Nurkholis mengatakan “Tidak”.

“Yang mempersoalkan dan keberatan hanya H. Adam Djudje lewat penasehat hukumnya. Menyusul adanya laporan dugaan tindak pidana penggunaan dokumen palsu yang bikin kandasnya proses penerbitan sertifikat hak milik atas nama yang bersangkutan,” tutup Nurkholis.

Laporan: Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 595 kali

Baca Lainnya
x