Headline

Selasa, 21 Januari 2020 - 07:31 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Presiden saat memantau Lokasi pembangunan dermaga Niaga (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Presiden saat memantau Lokasi pembangunan dermaga Niaga (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Jokowi Tak Jadi Resmikan Pembangunan Dermaga Niaga Rangko

Floreseditorial.com, Labuan Bajo –
Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa salah satu agenda kedatangan Presiden Jokowi diawal tahun 2020 ini ialah meletakan batu pertama pembangunan dermaga niaga, Rangko, desa Tanjung ,Boleng, Kecamatan Boleng, Kab. Manggarai Barat.

Terminal multifungsi tersebut nantinya akan memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo.

Dengan dibangunnya terminal multifungsi tersebut, Pelabuhan Labuan Bajo akan dikhususkan bagi kapal-kapal wisatawan yang akan bersandar dan berkunjung ke daerah ini.

Namun nyatanya, presiden Jokowi tidak melakukan Ground Breaking yang dimaksud.

Pantauan Floreseditorial.com, pada Senin (20/1/2020) Presiden Jokowi memantau lokasi pembanguan dermaga niaga kurang lebih 10 menit dan tidak melakukan ceremonial peletakan batu pertama sebagaimana yang diberitakan sebelumnya.

Selanjutnya ia bertolak menuju puncak waringin dan meninjau lokasi pembangunan pusat souvenir yang bertaraf internasional.

Kawasan tersebut mencakup area seluas kurang lebih 1.300 meter persegi yang akan dilengkapi dengan pusat cendera mata, amfiteater, ruang terbuka hijau, area parkir, dan dek observasi.

“Ada plasa, city walk, amfiteater, dan itu menjadi ruang publik bagi wisatawan untuk menikmati pagi maupun senja di Labuan Bajo. Saya kira semuanya masih dalam progress yang tepat waktu,” ujar Presiden Jokowi.

Kawasan yang menjadi bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Komodo tersebut, lanjut Presiden, nantinya juga akan didesain sehingga dapat menjadi sebuah creative yang menghubungkan produk-produk dari usaha kecil, mikro, dan menengah setempat dengan para wisatawan yang datang ke Labuan Bajo.

“Juga akan ada training-training yang berkaitan dengan pariwisata dengan usaha kecil serta mikro. Saya kira memang dalam semua hal harus kita injeksi, kita berikan training, agar kemasan dan brand setiap produk itu bisa ditingkatkan,” tuturnya.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 4476 kali

Baca Lainnya
x