Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Headline

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 15:57 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Kebakaran Warloka (Foto: Humas Polres Mabar)

Kebakaran Warloka (Foto: Humas Polres Mabar)

Kebakaran Warloka Hanguskan 17 Hektar Lahan

Labuan Bajo, floreseditorial.com
Sekitar 17 Ha lahan perbukitan savana di sekitar lokasi wisata perkemahan Wingkol, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat hangus dilalap si jago merah, Kamis (13/8/2020) sekitar pukul 21.00 Wita.

Kebakaran itu berhasil dipadamkan, atas kesigapan empat Detasemen Pelopor Labuan Bajo, Satuan Direktorat Polairud Polda NTT dan Polhut Balai Taman Nasional Komodo.

“Kita ke TKP dan melakukan pemadaman api bersama tim gabungan. Jadi yang bekerja bukan hanya Polres, tetapi ada instansi lain di situ. Kami juga dibantu banyak pihak, termasuk masyarakat juga membantu memadamkan api,” terang Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si, dalam konferensi pers, Jumat (14/8/2020) malam.

Kapolres Mabar memimpin aksi pemadaman di TKP, Kamis (13/8/2020) malam, menyatakan, kondisi CND Resort dan sekitarnya berada dalam kondisi aman dan kedua titik api sudah berhasil dipadamkan.

Kapolres Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

“Tidak ada wisatawan yang ditemukan terjebak si jago merah, sehingga proses pemadaman api oleh tim gabungan berjalan lancar,” ujarnya.

Penyebab kebakaran sedang diselidiki

Terkait penyebab kebakaran, Kapolres Manggarai Barat, katakan, belum dapat dipastikan secara pasti. Namun, berbagai kemungkinan penyebab lainnya seperti puntung rokok, masih dalam proses penyelidikan.

“Sampai saat ini kami sedang lakukan langkah-langkah penyelidikan, dan akan kami pastikan apa penyebab kebakaran ini setelah dilakukan langkah penyelidikan,” terangnya.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si, mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Manggarai Barat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena membahayakan lingkungan dan pencemaran udara. Selain itu, masyarakat juga dilarang membuang putung rokok yang masih menyala di padang rumput, sebab saat ini rumput sedang kering, apalagi musim kemarau.

Senada, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT, Ir. Timbul Batubara, M.Si, melalui siaran pers yang dikeluarkan Jumat 14 Agustus 2020, Nomor: S.989/K.5/TU/HMS/08/2020, mengimbau masyarakat agar menghindari hal-hal yang dapat menyulut api di sekitar Cagar Alam Wae Wu’ul.

Kemudian, Dia mengapresiasi respon cepat jajaran petugas dari berbagai instansi dan satuan, sehingga api cepat dikendalikan hingga potensi kebakaran tidak meluas. (yrh)

Artikel ini telah dibaca 53 kali

Baca Lainnya
x