Headline

Rabu, 15 Mei 2019 - 12:22 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Marsel Ahang saat mendatangi kantor komisi pemberantasan korupsi (Foto: Dokumentasi MA)

Marsel Ahang saat mendatangi kantor komisi pemberantasan korupsi (Foto: Dokumentasi MA)

Kembali Datangi KPK, Ahang Pertanyakan Perkembangan Hasil Penyelidikan Laporan Kasus Hibah Tanah Depot Pertamina Reo

Floreseditorial.com, Jakarta – Marselinus N. Ahang kembali mendatangi KPK untuk mempertanyakan perkembangan hasil penyelidikan atas laporannya terkait kasus hibah tanah di kelurahan Wangkung, kecamatan Reok, kabupaten Manggarai untuk PT. Pertamina (Persero), Rabu (15/05/2019).

“Saya ingin bertanya ke KPK bagaimana perkembangan hasil penyelidikan laporan saya, karena kalau mau dipikirkan, sejak tanggal 07 Februari 2019 lalu saya sudah melaporkan dugaan ketidakberesan atas hibah tanah di Reo itu,” ungkap Marsel Ahang pada media ini saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurut anggota DPRD Manggarai itu bahwa dirinya sudah dua kali mendatangi KPK.

“Yang pertama itu saya datang bawa laporan, dan hari ini saya datang kembali untuk mempertanyakan perkembangan penyelidikan atas laporan saya itu,” katanya.

Untuk diketahui, kisruh “Ganti untung” dari PT. Pertamina (Persero) atas hibah tanah di kelurahan Wangkung, kecamatan Reok, kabupaten Manggarai untuk PT. Pertamina kembali menyeruak saat Dirut Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan bahwa setiap Hibah atau pemberian tanah bagi Pertamina, pihaknya selalu memberikan imbalan sebagai prinsip Ganti Untung bagi pemberi tanah.

Loading...

Sejumlah anggota DPRD kabupaten Manggarai mempertanyakan perihal kebenaran dana Ganti untung seperti yang disampaikan Dirut Pertamina.

“Hingga saat ini belum ada pembahasan bersama DPRD terkait dana Ganti untung dari PT. Pertamina,” Kata Isidorus, Anggota DPRD kabupaten Manggarai pada Senin (13/05/2019) lalu.

Menurut Ben, pihaknya baru mengetahui bahwa ada Dana Ganti untung bagi setiap pemberi tanah bagi kepentingan Pertamina dari pemberitaan media.

“Mungkin saat sidang kali berikut ini akan ditanyakan, apakah dana tersebut sudah diterima oleh pemerintah dan belum dibahas bersama DPRD, atau memang dana tersebut belum diterima sama sekali sehingga belum dibahas,” ungkap pria yang kini lolos menjadi anggota DPRD Provinsi NTT itu.

Menurutnya, sejak awal dirinya menolak hibah tanah tersebut secara cuma – cuma.

“Dari awal sudah saya tolak, wacana hibah tanah tersebut secara cuma-cuma, tapi di DPRD inikan suara orang banyak, jadi memang seperti inilah, tapi jika mengacu pada pernyataan Dirut Pertamina soal adanya imbalan bagi setiap pemberi tanah untuk kepentingan Pertamina, saat sidang kali berikut akan kami tanyakan,” tukasnya.

Terkait belum dibahasnya Dana Ganti Untung dari PT. Pertamina juga pernah diungkapkan oleh Anggota DPRD Marsel Ahang.

“Pemerintah kabupaten Manggarai belum pernah membicarakan soal ada tidaknya ganti untung bagi masyarakat kabupaten Manggarai atas hibah tanah di kelurahan Wangkung, kecamatan Reok, kabupaten Manggarai untuk PT. Pertamina,” kata Ahang.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 61 kali

Baca Lainnya