Headline

Rabu, 23 Oktober 2019 - 12:30 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Marselis Sarimin Kerrong (Kiri) saat menemui sejumlah warga perbatasan yang kini berada di polres Manggarai (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Marselis Sarimin Kerrong (Kiri) saat menemui sejumlah warga perbatasan yang kini berada di polres Manggarai (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Marselis Sarimin Kunjungi Warga yang Terlibat Sengkarut Tapal Batas di Polres Manggarai

Floreseditorial.com, Ruteng – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Manggarai Timur Marselis Sarimin Kerrong mengunjungi sejumlah warga Elar Selatan yang kini sedang berada di Polres Manggarai setelah terlibat Sengkarut persoalan tapal batas dengan sejumlah ratusan warga desa Benteng Tawa.

Marselis Sarimin mengunjungi warga perbatasan ini pada Rabu (23/10/2019). Pantauan media ini, Marselis menemui mereka di salahsatu ruangan di Kantor polres Manggarai.

Kepada wartawan, usai pertemuan bersama warga tersebut, mantan Kapolres Manggarai itu menjelaskan bahwa dirinya sengaja datang dan menemui mereka.

“Saya banyak mendapatkan informasi dari mereka, karena saya memang cukup dekat dengan orang – orang di wilayah perbatasan, dengan warga di desa Sangan Kalo dan sekitarnya,” kata Marselis Sarimin Kerrong.

Ia menjelaskan bahwa, selain memberi dukungan secara moril kepada warga perbatasan yang terlibat dalam sengkarut dengan warga Benteng Tawa dari Kabupaten Ngada, kedatangannya juga bertujuan untuk menggali informasi yang lebih detail sehingga bisa didorong melalui pandangan fraksi yang akan disampaikan partai demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) kepada pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur.

Untuk diketahui, peristiwa di dataran gising yang terjadi pada Sabtu (19/10/2018), menyebabkan satu orang tewas di lokasi kejadian dan tiga orang lainnya tertembak.

Informasi yang dihimpun media ini melalui camat Elar Selatan Step Lamar menjelaskan bahwa, sengkarut tersebut Diduga terjadi karena rebutan lahan yang berada di dataran gising, di sekitar wilayah perbatasan antara kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada.

Lahan yang berada di wilayah perbatasan antara kedua Kabupaten itu di garap oleh warga desa Benteng Tawa dari Kabupaten Ngada. Sementara beberapa pihak dari desa Sangan Kalo di kabupaten Manggarai Timur juga merasa memiliki hak atas lahan tersebut hingga menyebabkan konflik yang berujung pada tertembaknya 3 orang asal kabupaten Manggarai Timur dan tewasnya satu orang asal kabupaten Ngada.

Laporan : Adrianus Paju

Artikel ini telah dibaca 6414 kali

Baca Lainnya
x