Headline

Selasa, 3 Desember 2019 - 19:11 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Komisioner Informasi Publik, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pius Rengka (Foto: TeamYPF)

Komisioner Informasi Publik, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pius Rengka (Foto: TeamYPF)

Pius Rengka Akui Kondisi Hutan Mangrove Di Borong Tidak Separah Yang Diberitakan

Floreseditorial.com. Borong – Komisioner Informasi Publik, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pius Rengka, mengakui kondisi hutan mangrove yang ramai diberitakan di beberapa media akhir akhir ini di Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tidak separah seperti yang tergambar dalam tulisan berita.

Demikian isi hati Pius Rengka mengisi sambutan HUT PU ke-74 selasa 03/12/2019, di Muara  Wae Bobo, Borong, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, KMT,  Provinsi NTT.

Dia mengatakan, dirinya mengikuti banyak perkembangan tentang Manggarai Timur dari media. Kata dia, Media menggambarkan banyak hal tentang Manggarai Timur, namun sebagiannya tidak sesuai dengan apa yang dilihatnya.

“Banyak sekali pertanyaan dalam pikiran saya sepanjang perjalanan. Saya melihat banyak hal baru. Banyak hal yang saya baca namun beda dengan yang saya liat”, kata Pius Rengka.

Dia melanjutkan, bahwa Menulis adalah mendeskripsikan sesuatu. Saat mendeskripsikan sesuatu harus sesuai dengan kenyataan apa yang dilihat.

“Menulis adalah mendeskripsikan apa yang dilihat dan didengar. Saat menulis, jangan memasukan rasa yang dimiliki penulis.  Kalo hal itu terjadi sama artinya memperkosa tulisan itu sendiri”, Ujarnya sambil melirik ke hutan mangrove yang ramai di bahas akhir akhir ini.

Kemudian lanjutnya, bahwa sebelum memasuki tempat kegiatan yang kebetulan pas dipinggir hutan mangrove dimaksud, dirinya sempat melihat hutan mangrove yang ramai diberitakan akhir akhir ini.

“Akhir akhir ini ramai berita pembabatan hutan mangrove di Manggarai Timur. Bahwa seolah olah terjadi pembabatan yang sangat hebat disana. Ternyata beda dengan apa yang saya lihat”, ujar Pius Rengka sambil perlihatkan mimik tidak percaya dengan angkat kedua bahu, seiring kerut kulit dahi, dan melirik ke hutan mangrove.

Kemudian Ketua Komisi Informasi NTT itu, mengatakan apa yang dilihatnya tidak separah dengan apa yang dibacanya dalam berita.

Lalu diakhir sambutan Pius menjelaskan, bahwa hakikat Pembangunan itu selalu ada bongkar membongkar, rusak merusak seperti buat anak pasti ada yang robek. Begitu juga dengan pembangunan. Dibalik semua itu tentu ada rencana baik dan tujuan yang mulia, jelasnya menutup sambutan singkat itu.

Laporan : Yopie Moon

Artikel ini telah dibaca 693 kali

Baca Lainnya
x