Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Headline Manggarai Timur News

Jumat, 23 Oktober 2020 - 15:11 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Kepala Seksi (Kasie) Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Matim, Paul Jadu (baju putih) bersama Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Matim, Sarjudin. (Foto: Ignas Tulus)

Kepala Seksi (Kasie) Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Matim, Paul Jadu (baju putih) bersama Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Matim, Sarjudin. (Foto: Ignas Tulus)

PMI Terdampar di Malaysia, Disnakertrans Matim: PT. Rimba Ciptaan Indah Harus Bertanggung Jawab

Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Kepala Seksi (Kasie) Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja, drh. Paul Jadu, mengatakan, PT. Rimba Ciptaan Indah harus bertanggung jawab terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Poco Rengket, Kecamatan Pocoranaka, Matim, NTT, yang dikabarkan terlantar di Negara Malaysia.

Paul mengatakan, PMI tersebut merantau ke Negara Malaysia melalui jalur resmi/prosedural (legal) di bawah tanggung jawab PT. Rimba Ciptaan Kerja. Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan penelusuran keluarga dari PMI itu, di desa asalnya di Kecamatan Pocoranaka.

“Kemarin kami sudah melakukan penelusuran. Yang bersangkutan bernama, Getrudis Agung,” ujar Paul ketika ditemui Floreseditorial.com di ruang kerjanya, Jumat (23/10/2020) siang.

Ia menambahkan, setelah mengetahui identitas PMI itu, pihaknya kemudian melakukan identifikasi jalur keberangkatan, Getrudis Agung, menuju Negara Malaysia. Dari hasil identifikasi, ditemukan bahwa PMI tersebut berangkat ke Negara Malaysia melalui jalur resmi di bawah tanggung jawab PT. Rimba Ciptaan Indah.

“Dia berangkat melalui PT. Rimba Ciptaan Indah. Dokumennya ada di kami,” tambah Paul yang saat itu didampingi Sekretaris Disnakertrans Matim, Sarjudin.

Atas dasar itu, Paul mengatakan, PT. Rimba Ciptaan Indah harus bertanggung jawab terhadap, Getrudis Agung, PMI perempuan yang saat ini terlantar di Negara Malaysia itu.

Ia menjelaskan, pihak Disnakertrans Matim telah menghubungi PT. Rimba Ciptaan Indah sebagai perekrut, untuk bertanggung jawab atas masalah yang sedang dihadapi, Getrudis Agung.

“Pihak perekrut harus segera menghubungi agennya di Malaysia, agar secepatnya berkomunikasi dengan majikan dari, Getrudis, dan mengantar yang bersangkutan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia,” ungkap Paul.

Paul menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi via telepon dengan Aktivis Lembaga Pemantauan Perdagangan Manusia Luar Negeri Malaysia,
Dewi Kholifah, yang pertama kali menemukan, Getrudis Agung, di jalan. Kholifa menyampaikan, saat ditemukan, Getrudis, tidak memiliki identitas, dengan kondisi seperti mengalami stress.

“Kami sempat berbicara dengan, Getrudis, melalui ponsel milik, Kholifah. Menurut Kholifah, si Getrudis ini mengalami stress. Bagi kami, pihak perekrut harus pulangkan Getrudis ke Matim, dengan kondisi dipastikan selalu sehat,” jelas Paul.

Setelah Getrudis kembali ke Matim, pihak Disnakertrans Matim akan menanyakan perihal peristiwa yang dialami PMI tersebut. Termasuk haknya seperti upah selama dua tahun bekerja.

“Saat ini, Getrudis, masih berada di tempat penampungan sementara korban perdagangan manusia (Shelter Human Trafficking) di Malaysia. PMI itu ada perjanjian kerjanya di Disnakertrans Matim dan lengkap dengan perusahaan perekrut. Tugasnya perekrut yang hubungi agenya di Malaysia,” tambah Paul.

Berdasarkan data yang diperoleh Floreseditorial.com dari Disnakertrans Matim, Getrudis Agung, berangkat ke Negara Malaysia pada tahun 2018 lalu di bawah tanggung jawab PT. Rimba Ciptaan Indah, dengan masa kontrak selama dua tahun lamanya dan dengan gaji pokok MYR 1.000 (Ringgit Malaysia) per bulan.

Selain itu, dalam Surat Perjanjian Penempatan antara Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) dengan Calon Pekerja Migran Indonesia yang salinannya diperoleh Floreseditorial.com, dituliskan, PT. Rimba Ciptaan Indah yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama melalui usahanya berkewajiban memastikan, Getrudis Agung, yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua, dapat bekerja sesuai Surat Perjanjian Penempatan yang telah ditandatangani para pihak.

Selanjutnya, dalam surat itu dituliskan, Pihak Pertama wajib memberikan jaminan keselamatan, kesehatan dan keamanan terhadap Pihak Kedua sejak penandatanganan Surat Perjanjian Penempatan, keberangkatan dari daerah asal, selama di tempat penampungan, berangkat ke Negara Malaysia dan sampai kembali ke Indonesia.

Namun sayang, perjanjian yang telah dibuat dan ditandatangani oleh para pihak, tidak diindahkan oleh Pihak Pertama yakni PT. Rimba Ciptaan Indah. Hal itu dibuktikan dengan, Getrudis Agung, dikabarkan terlantar di Negara Malaysia.

Hingga berita ini diturunkan, Floreseditorial.com belum berhasil mewawancarai, Manih, selaku Koordinator PT. Rimba Ciptaan Indah Wilayah Kabupaten Matim. Floreseditorial.com mendatangi lokasi Kantor PT. Rimba Ciptaan Indah, namun informasi yang diperoleh media ini, Manih, sudah pindah dari lokasi yang tertera di Surat Perjanjian Penempatan yang diperoleh Floreseditorial.com. (igt)

Artikel ini telah dibaca 476 kali

Baca Lainnya