Ilustrasi PLTMH (Foto:Net)

FLORESEDITORIAL.COM, BORONG
Proyek pembakit listrik tenaga Mikrohidro (PLTMH) senilai Rp 613 juta pada tahun 2016 yang dialokasi melalui dana desa di desa Paan Waru, Kecamatan Elar Selatan (Elsel) hingga kini pengerjaan fisiknya dikabarkan tidak selesai.

Sorotanpun datang dari sejumlah kalangan, salah satunya datang dari warga Elar Selatan Oktavianus Dolis.

Kepada media ini, Oktavianus menyampaikan keprihatinannya atas mubazirnya pengelolaan dana desa senilai 613 juta untuk pengerjaan proyek PLTMH yang tak tuntas itu.

“Kami minta agar Inspektorat kabupaten Manggarai Timur untuk datang langsung ke Elar Selatan agar bisa menginvestigasi langsung penyebab mangkraknya proyek PLTMH ini,” ungkap Oktavianus pada media ini pada Kamis (08/11/2018).

Ia berujar bahwa ada dugaan dana tersebut telah disalahgunakan oleh aparatur desa.

“Kami juga minta agar aparat kepolisian dari polres Manggarai untuk mulai mendalami dugaan telah disalahkangunakannya dana desa di Paan Waru,” ungkap Oktavianus menambahkan.

Menurutnya dana desa adalah dana masyarakat, “tentu penggunaannya untuk kesejahteraan masyarakat”, tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Inspektorat Manggarai Timur (Matim), Mikael Kenjuru berjanji akan menuntaskan dugaan penyimpangan dana desa tahun 2016 di Desa Paan Waru, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Matim.

“Kita sudah memanggil kepada desa dan semua pengelola proyek PLTMH senilai Rp 613 juta itu kemarin” ungkap Mikael, Jumat (09/11/2018).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, pihaknya kini tengah memanggil pihak konsultan perencana pembangunan proyek tersebut.

“Kita sudah layangkan surat panggilan agar kita bisa dalami lebih jauh soal mangkraknya proyek tersebut,” demikian Mikael.

Penulis : Yon Sahaja

Komentar Anda?

Komentar Anda?