Ilustrasi

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Naas menimpah salah satu keluarga pasien sakit yang dirujuk dari Puskes Datak, kecamatan Welak, kabupaten Manggarai Barat.

Pihak keluarga pasien harus menggelontorkan uang sebesar Rp. 500 ribu rupiah agar sang pengemudi mobil Ambulance mau menghantar keluarganya yang sakit untuk di rujuk ke rumah sakit Pratama Labuan Bajo.

Akibat pungutan puskesmas Datak melalui pengemudi ambulance tersebut, ayah pasien Martinus Najid harus menggelontorkan uang agar nyawa buah hatinya bisa selamat dan dirujuk ke Rumah sakit di Labuan bajo, pada Minggu (12/05/2019) lalu.

“Tak apa – apa, demi nyawa kami harus membayar,” kata Martinus.

Keluarga Pasien lainnya Hilarius Habur kepada floreseditorial.com menjelaskan bahwa pungutan sebesar 500 ribu pada keluarga pasien dilakukan karena pihak puskesmas Datak tidak mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh pasien.

“Waktu saya tanya kepala puskesmas, dia bilang harus bayar 500 ribu untuk, karena kekurangan alat medis dipuskesmas tersebut untuk mengetahui penyakit keluarga saya sehingga harus dirujuk ke rumah sakit Pratama Labuan Bajo,” kata Hilarius, Rabu (15/05/2019).

Pengutan sebesar 500 ribu ini juga dibenarkan oleh salah satu tenaga kesehatan di puskesmas tersebut.

“Waktu saya antar rujuk itu pasien, saya memang sudah omong sama sopir, ini terlalu besar ini pungutan ini, sampai – sampai saya dengan sopir ambulance sempat cekcok dalam mobil,” kata tenaga kesehatan yang diketahui bernama Epong itu.

Ia berujar bahwa pasien yang dirujuk tersebut adalah pasien yang ditanggung BPJS, apalagi saat menghantar pasien tersebut, mobil ambulance puskesmas Datak tidak pernah singgah di tempat pengisian bahan bakar.

“Untuk apa uangnya, saya pikir untuk isi bahan bakar, kami tidak pernah singgah untuk isi bahan bakar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sempat terjadi tawar menawar antar keluarga Pasien dan pengemudi ambulance terkait tarif sekali hantar dengan mobil ambulance milik puskesmas Datak itu.

“Saya liat sendiri saat keluarga pasien serahkan itu uang,” katanya.

Dihubungi melalui sambungan telepon, kepala puskesmas Datak Elisabeth Timan enggan berbicara banyak kepada media.

“Saya tidak bisa bicara banyak di telepon pak, bicara di udara ini saya agak kurang yakin, kalau bapak mau netral kan situasi, bapak datang saja ke Puskesmas,” tukas Kepala Puskesmas Datak

Laporan : Andre Kornasen

Loading...

Bijaksanalah dalam berkomentar. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. Baca Kebijakan berkomentar disini