Cheap NFL Jerseys From China Cheap Jerseys Wholesale Jerseys

Headline

Jumat, 28 Agustus 2020 - 18:37 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Wilhelmus Deo (Foto: FEC Media)

Wilhelmus Deo (Foto: FEC Media)

“Saya yang Minta Agar Penyaluran Dana JPS Covid-19 Lewat Bank”

Borong, floreseditorial.com – Sengkarut terkait mengendapnya sekitar Rp 1,2 miliar dana Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) Covid-19 di Bank Pembangunan Daerah NTT (BPD NTT) Cabang Borong, Kabupaten Manggarai Timur terus mendapatkan sorotan.

Diketahui, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) telah mengalokasikan Anggaran Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) Covid-19 sebesar Rp 4.210.000.000 (empat miliar dua ratus sepuluh juta rupiah) yang diperuntukkan bagi 4.210 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Manggarai Timur.

Pemkab Matim menyalurkan bantuan untuk jatah bulan Juni dan September dalam bentuk uang senilai Rp 1 juta per KPM. Sementara, Pemerintah Provinsi NTT menyalurkan bantuan serupa untuk jatah bulan Juli dan Agustus dalam bentuk beras sebanyak 60 Kg dan uang senilai Rp 300 ribu.

Sayangnya, tidak semua dana yang bersumber dari APBD kabupaten Manggarai Timur itu diterima KPM secara penuh. Pihak Manajemen Bank BPD NTT harus menahan sekitar Rp 1,2 miliar dari dana tersebut untuk kepentingan pembuatan nomor rekening penerima dana tersebut.

Untuk kepentingan administrasi pembuatan rekening di Bank NTT, bank menahan bantuan tersebut sebesar Rp 300 ribu per KPM dengan dalil agar rekening penerima bantuan tetap aktif.

Dari jumlah KPM tersebut, sebanyak Rp 1.263.000.000 (satu miliar dua ratus enam puluh tiga juta rupiah) dana JPS Covid-19 ‘mengendap’ di bank tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur, Wilhelmus Deo, saat ditemui FEC Media pada Kamis (27/8/2020), menuturkan alasan mengapa dirinya memilih menyalurkan dana tersebut melalui bank.

“Saya takut ada yang ‘main-main’ dengan itu uang. Apalagi ini jumlah uang yang tidak sedikit,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Timur itu.

Kendati ketakutannya itu, menyebabkan lebih dari Rp 1 milliar dana tersebut harus ‘mengendap’ di bank.

Deo, berujar, rekening tersebut masih bisa digunakan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) jika ada bantuan pemerintah lainnya yang disalurkan melalui bank.

“Waktu pertemuan, saya yang minta agar penyaluran dana JPS Covid-19 lewat bank,” tukas Wilhelmus Deo. (*)

Artikel ini telah dibaca 1472 kali

Baca Lainnya
x