Headline

Senin, 4 November 2019 - 17:25 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Siswi kelas IV SD di Manggarai Barat Jadi Budak Seks Gurunya Sendiri

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Kasus asusila kembali menarik perhatian publik di Manggarai Barat (Mabar). Kasus terbaru kembali terjadi di dusun Parundang, Desa Watu Manggar, kecamatan Macang Pacar, Kab. Mabar, NTT. Adapun korban adalah seorang siswi kelas empat SD yang berusia 8 tahun, berinisial ASP.
 
ASP diduga menjadi budak seks oleh orang yang sangat dihormatinya, yakni seorang guru muda di sekolah tempat ia mengadu ilmu yang berinisial RH. RH merupakan salah satu guru olahraga di salahsatu Sekolah Dasar di kecamatan Macang Pacar.

Kasus ini terbongkar pada september 2019 lalu setelah mendapat aduan atau laporan dari saksi mata kepada orang tua korban.

Diceritakn korban, pelecehan itu telah terjadi sejak satu tahun lalu, ketika berada di bangku kelas tiga.

“Sewaktu kelas tiga, sebanyak enam kali sedangkan di kelas empat hampir setiap hari”, ceritanya polos.

Dia menambahkan, RH melakukan pelecehan kepadanya dengan meraba kelamin korban, memasukan jari ke kelamin korban, memaksa memegang penis pelaku, pelaku memasukan penis kemulut korban dan pelaku mengeluarkan sperma di dalam mulut korban. Dan pelecehan itu terjadi dibeberapa tempat.

“Di ruangan kelas, di ruangan kantor satu kali, di WC, di rumahnya pelaku dan di penggilingan”, jelasnya ke awak media saat ditemui di Labuan Bajo.

Korban ASP melanjutkan, selama ini ia tidak menceritakan pelecehan tersebut karena pelaku RH mengancam akan membunuh ASP dan orang tua ASP.

Orang tua korban, KJ terus mencari keadilan dan berupaya agar pelaku RH diberikan sanksi seberat-beratnya.

Sebelumnya, keluarga korban mengaku pernah dipanggil oleh oknum polisi di polsek Macang Pacar untuk membujuk keluarga agar perbuatan RH tidak laporkan ke ranah hukum.

“Saya pernah dipanggil kerumah polisi dan dibujuk oleh polisi itu untuk diberikan sejumlah uang kepada saya agar tidak melaporkan kasus ini di Polres Mabar tetapi demi anak saya, saya menolak dengan tegas”,paparnya sambil menitihkan air mata.

Hingga saat ini, pihak keluarga sedang berupaya untuk melakukan proses hukum dan telah melaporkan pelecehan seksual pada anak dibawah umur itu ke POLRES Mabar.

Laporan : Ide

Artikel ini telah dibaca 13674 kali

Baca Lainnya
x