• Kamis, 26 Mei 2022

Usut Aliran Dana Briptu HBS, Bareskrim Bantu Polda Kaltara

- Jumat, 13 Mei 2022 | 10:15 WIB
Kabareskrim Polri, Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto. (Dok. babel.polri.go.id)
Kabareskrim Polri, Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto. (Dok. babel.polri.go.id)

Floreseditorial.com - Kepala Bareskrim Polri Komjen Polisi Agus Andrianto mengatakan pihaknya siap membantu Polda Kalimantan Utara (Kaltara) dalam mengusut kasus polisi tajir, Briptu HBS, salah satunya dugaan penambangan emas liar di Sekatak, Bulungan Kaltara.

Agus optimistis Polda Kaltara mampu menuntaskan kasus tersebut, tapi bila diperlukan pihaknya siap membantu mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan memfasilitasi Laporan Hasil Analisis (LHA) di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPAT).

“Saya rasa Polda Kaltara mampu menuntaskan kasus tersebut, TPPU nya nanti kami bantu untuk fasilitasi di PPATK, LHA nya,” kata Agus saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dalam mengusut aliran dana Briptu HBS, menurut Agus, Kapolda Kaltara bisa langsung meminta pengajuan LHA ke PPATK. Namun, bisa wilayah meminta bantuan Bareskrim Polri siap memfasilitasi.

“Permintaan LHA ke PPATK kan bisa langsung diajukan oleh Kapolda. Kalau minta 'back up' ya pasti kami bantu,” ujar Agus.

Kepolisian Daerah Kalimantan Utara, Kamis (21/4) mengamankan barang bukti kasus tambang emas liar yang dimiliki oleh oknum anggota Polri berinisial HSB berlokasi di Desa Sekatak Buji Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan.

Briptu HSB diduga terlibat kepemilikan bisnis ilegal seperti baju bekas dan narkotika. Yang kemudian ditemukan 17 kontainer berisi pakaian bekas.

Atas kegiatan ilegal itu, HSB juga dijerat Pasal 112 juncto Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Termasuk Pasal 51 ayat (2) juncto Pasal 2 ayat (3) huruf d Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dari Barang Dilarang Impor, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Halaman:

Editor: Aris Yudhivan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kades Benteng Rampas Bunuh Diri

Rabu, 25 Mei 2022 | 11:56 WIB

Bareskrim Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Selasa, 24 Mei 2022 | 19:31 WIB
X