KPK Dalami Aliran Uang Izin Pembangunan Gerai Ritel Di Kota Ambon

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 12:07 WIB
Mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (kanan) di Gedung KPK, Jakarta
Mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (kanan) di Gedung KPK, Jakarta

Floreseditorial.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan aliran uang terkait pengurusan izin pembangunan gerai ritel di Kota Ambon, Maluku, dengan memeriksa lima orang saksi untuk tersangka mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (RL) dan kawan-kawan.

KPK memeriksa lima orang saksi tersebut, Kamis (4/8), dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel tahun 2020 di Kota Ambon dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Didalami pengetahuannya, antara lain terkait dengan dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk pengurusan berbagai dokumen persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel maupun kegiatan usaha lainnya tahun 2020 di Kota Ambon," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat.

Baca Juga: Biadab! Niat Daftar Kuliah, Ayah di NTT Malah Sewa Kost dan Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil 7 Bulan

Kelima saksi itu diperiksa di dua lokasi berbeda, yakni di Gedung KPK, Jakarta, untuk saksi bernama Solihin selaku Corporate Communication, License, and Franchise Director PT Midi Utama Indonesia, dan di Gedung Mako Brimob Ambon untuk saksi Nandang Wibowo selaku License Manager PT Midi Utama Indonesia Cabang Ambon, Wahyu Somantri selaku Deputy Branch Manager PT Midi Utama Indonesia Cabang Ambon, serta dua wiraswasta masing-masing Philygrein Miron Calvert Hehanussa dan Maria Sutini Weking.

KPK telah menetapkan Richard Louhenapessy sebagai tersangka penerima suap bersama staf tata usaha pimpinan Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanusa (AEH), sedangkan tersangka pemberi suap ialah Amri (AR) selaku wiraswasta atau karyawan Alfamidi Kota Ambon.

Dalam konstruksi perkara suap tersebut, KPK menjelaskan dalam kurun waktu tahun 2020 Richard, yang menjabat Wali Kota Ambon periode 2017-2022, memiliki kewenangan, salah satunya memberikan persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel di Kota Ambon.

Baca Juga: Forkopimda Jember Kunjungi Lokasi Pembakaran Sejumlah Rumah Warga

Dalam proses pengurusan izin, diduga tersangka Amri aktif berkomunikasi hingga melakukan pertemuan dengan Richard agar proses perizinan pembangunan cabang ritel Alfamidi bisa segera disetujui dan diterbitkan.

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

‘Konten Dewasa’ Irjen Ferdy Sambo

Senin, 15 Agustus 2022 | 02:29 WIB

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Siswa SD Dalam Kelas

Minggu, 14 Agustus 2022 | 14:00 WIB

Sebanyak 12 Rumah Di Kota Bengkulu Hangus Terbakar

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:54 WIB
X