Kejaksaan NTT Pertama Kali Punya Asisten Pidana Militer

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 17:35 WIB
Kejaksaan NTT Pertama Kali Punya Asisten Pidana Militer
Kejaksaan NTT Pertama Kali Punya Asisten Pidana Militer

Floreseditorial.com - Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur Hutama Wisnu melantik Kolonel Laut (KH) Totok Sumarsono sebagai Asisten Pidana Militer yang pertama di jajaran Kejaksaan Tinggi NTT.

"Pelantikan Asisten Bidang Pidana Militer ini sangatlah istimewa karena untuk pertama kalinya Kejaksaan Tinggi NTT memiliki Asisten Bidang Pidana Militer yang pertama," kata Kejati NTT Hutama Wisnu saat melantik Kolonel Laut (KH) Totok Sumarsono sebagai Asisten Pidana Militer pada Kejaksaan Tinggi NTT di Kupang, Kamis (6/10).

Kejati NTT mengatakan bahwa penempatan pejabat Asisten Bidang Pidana Militer pada Kejaksaan NTT dapat mendukung, menguatkan, dan melengkapi dalam upaya membangun kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang dapat memberikan pelayanan hukum secara profesional, bersih, transparan, akuntabel, dan berwibawa.

Baca Juga: Simak! BKN Rilis Hasil Pendataan Non ASN 2022, Berikut Rekapitulasi Tiap Instansi Pusat dan Daerah

Pelantikan Asisten Bidang Pidana Militer, menurut dia, sangatlah istimewa karena untuk pertama kali Kejaksaan Tinggi NTT memiliki Asisten Bidang Pidana Militer.

Hutama Wisnu mengatakan pembentukan bidang pidana militer merupakan amanat UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, khususnya penjelasan pada Pasal 57 ayat (1) yang menyebutkan oditur jenderal dalam melaksanakan tugas bidang teknis penuntutan yang bertanggung jawab kepada Jaksa Agung RI selaku penuntut umum tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan demikian, kata dia, penuntutan haruslah berada di satu lembaga, yaitu kejaksaan, sehingga terpelihara kesatuan kebijakan di bidang penuntutan agar dapat ditampilkan ciri khas yang menyatu dalam tata pikir, tata laku, dan tata kerja.

Baca Juga: Penembakkan Massal Terjadi di Thailand, Puluhan Anak Jadi Korban

Menurut dia, dengan adanya Asisten Bidang Pidana Militer tidak terjadi lagi dualisme kebijakan penuntutan yang cenderung menimbulkan disparitas pemidanaan terhadap jenis tindak pidana sama dan dilakukan pada objek, waktu, dan tempat yang sama.

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemeran Video Porno Kebaya Merah Ditangkap Polisi

Senin, 7 November 2022 | 09:53 WIB
X