Foto: Team YPF

FLORESEDITORIAL.COM – Kasus pemukulan terhadap Herman Mbawa warga Rengkeng, Desa Rana Gapang kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur(Matim) yang diduga dilakukan oleh Kapospol kecamatan Elar Bripka Lalu Sukiman, pada tanggal 29 November 2018 terus mendapat sorotan dan kecaman.

Meski sudah dilaporkan ke Mapolres Manggarai dengan laporan polisi Nomor:LP/230/XI/2018/NTT/Res.Manggarai tertanggal 30 November 2018 namun sampai saat ini belum ada penyelesaian, bahkan belum mendapat Laporan perkembangan hasil penyelidikan.

Kapospol kecamatan Elar Bripka Lalu Sukiman bahkan telah melaporkan balik Herman Mbawa dengan tuduhan melakukan fitnah terhadap dirinya. 

Naasnya, cuma dalam waktu tiga hari terhitung sejak laporan tersebut diterima, dengan cepat polisi langsung memanggil Herman Mbawa guna dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus penghinaan.

Jefri Nyoman, mahasiswa asal kecamatan Elar kepada media ini mengatakan bahwa penanganan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bripka Lalu Sukiman terhadap korban Herman Mbawa belum ada kejelasannya.

“Artinya kapolres Manggarai tidak konsisten dalam menangani masalah ini, dimana penanganan kasus ini, sama sekali belum mendapatkan Laporan hasil penyelidikanya,” tandasnya.

Dirinya menduga bahwa tindakan Bripka Lalu sukiman dengan melaporkan balik Herman Mbawa dengan sangkaan melakukan fitnah terhadap dirinya adalah wujud konspirasi antara kapolres Manggarai dengan kapospol Elar.

“Agar waktunya dapat diulur-ulur, sehingga bukan tidak mungkin akan meng-SP3-kan laporan polisi Herman Mbawa atau bahkan bisa jadi dipetieskan,” tukasnya.

Lambanya sikap kepolisian dalam menindaklanjuti laporan Herman Mbawa juga menjadi perhatian serius advokat Senior Petrus Salestinus.

Koordinator tim pembela demokrasi Indonesia (TPDI) itu menjelaskan bahwa diulur-ulurnya penanganan kasus tersebut patut dinilai sebagai upaya yang bertujuan untuk menghentikan langkah Penyidik dan Propam Polres Manggarai dalam meminta pertanggungjawaban pidana dan disiplin terhadap Bripka Lalu Sukiman.

Menurut Advokat Peradi itu, Polres Manggarai harus bersikap profesional, tidak boleh memihak apalagi untuk menghentikan penyelidikan atas Laporan Polisi Herman Mbawa, selaku korban penganiayaan.

Ia berujar bahwa sikap melindungi kepentingan korps secara berlebihan pada gilirannya hanya melahirkan sikap tidak simpatik yang meluas dari masyarakat terhadap Polisi, karena Kapolres Manggarai dianggap bersikap tidak adil dalam proses penyidikan dan tidak mendidik anggotanya yang bertindak main hakim sendiri terhadap rakyat kecil.

“Ini jelas akan merusak profesionalisme Polisi dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan ketertiban sebagai perwujudan dari aspek pelayanan publik,” tandas koordinator Tim pembela demokrasi Indonesia itu media ini melalui press release, Selasa (18/12/2018).

Kapolres Manggarai, imbuhnya, harus bertindak bijaksana terutama harus menjadi penengah yang baik atas dasar itikad baik.

“Jika hendak menyesaikan Laporan Polisi soal penghinaan Lalu Sukiman, karena jika Kapolres Manggarai hanya mementingkan nama baik korps dan secara tidak proporsional melindungi Bripka Lalu Sukiman selaku anak buahnya, maka dikhawatirkan Laporan Polisi dari Bripka Lalu Sukiman terhadap Herman Mbawa dengan sangkaan Penghinaan akan diprioritaskan penanganannya demi mempidana Herman Mbawa hingga ke Pengadilan,” tandasnya.

Laporan : Yon Sahaja

Komentar Anda?