Hukum

Rabu, 3 April 2019 - 10:06 WIB

3 bulan yang lalu

logo

AMA-NTT Makassar saat melakukan aksi Protes terkait Penjualan Komodo Illegal.Foto/Tim.

AMA-NTT Makassar saat melakukan aksi Protes terkait Penjualan Komodo Illegal.Foto/Tim.

AMA-NTT Makassar Mendesak Pemda Mabar Usut Tuntas Oknum penjual Komodo Illegal

Floreseditorial.com, Makassar-Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa-NTT (AMA-NTT) Makassar melakukan aksi unjuk rasa untuk segera tuntaskan proses hukum bagi pelaku penjual Komodo illegal di Taman Nasional Komodo Kabupaten Manggarai Barat.

Unjuk rasa tersebut dilaksanakan di Jembatan Fly Over Jl. Urip Sumoharjo dan bundaran Jl. Hertasning dan Jl. AP Petarani Makassar, Senin, 01/03/2019.

Aksi para mahasiswa tersebut dengan tujuan untuk meminta ketegasan pemerintah dalam menindak tegas para pelaku penjual illegal satwa komodo.

Mereka juga mendesak kepada Kapolri agar segera mencopot Kapolda NTT dari Jabatanya jika gagal dalam mengungkapkan penyelesaian hukum kasus tersebut.

Kepada Floreseditorial.com Jendral Lapangan aksi, Libertus Lesing mengatakan bahwa perburuan dan perdagangan satwa merupakan ancaman utama terhadap keberlangsungan hidup satwa yang dilindungi.

Loading...

“Nilai jual yang tinggi dari satwa tersebut mendorong manusia untuk melakukan perdagangan illegal terhadap satwa yang seharusnya dilindungi. Dalam hal ini adalah proses transaksi jual beli illegal satwa Komodo tersebut,” kata Libertus.

Libertus mengatakan, tindakan kejahatan terhadap satwa alam tersebut merupakan salah satu kejahatan yang terorganisir.

“Praktek penjualan Komodo oleh oknum tidak bertanggungjawab di Taman Nasional Komodo Kabupaten Manggarai Barat-NTT merupakan kejahatan terhadap satwa Komodo yang dilakukan secara terorganisir. Artinya, mereka melakukan transaksi dengan rapi dan memiliki jaringan yang luas, mulai dari tingkat lokal, nasional maupun internasional,” ungkap aktivis yang akrab disapa Ibe itu.

“Kami pun heran dengan kejadian tersebut. Kemanakah Pemprov NTT, Pemkab Manggarai Barat dan Pihak penegak hukum di lingkup Provinsi NTT, Serta Dinas Pariwisata Manggarai Barat dalam melakukan pengawasan terhadap para wisatawan yang masuk di Taman Nasional Komodo?” tanya Ibe dengan nada heran.

Aktivis Asal Rahong Utara tersebut menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan oleh pelaku perdagangan satwa Komodo tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum. Karena itu harus dilakukan tindakan hukum yang tegas.

“Jelas ini merupakan tindakan melanggar hukum, sebagaimana dijelaskan dalam UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Siapa pun yang berani melanggar hukum, maka harus bertanggungjawab pula secara hukum,” tegas Ibe.

Adapun tuntutan dari AMA-Makassar dalam aksi unjuk rasa ini yaitu; pertama, segera hentikan praktek yang menjadikan Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai aset bisnis. Kedua, usut tuntas dalang dibalik penyelundupan 47 ekor komodo keluar area Taman Nasional Komodo (TNK). Ketiga, kembalikan Komodo yang berhasil diciduk ke habitanya di Tamana Nasional Komodo (TNK). Keempat, segera melakukan evaluasi terhadap Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai barat. Kelima, tegakan UU No 5 tahun 1990.

Dari kelima point tersebut, AMA Makassar mendesak kepada penegak hukum supaya segera memperhitungkan tuntutan terseut. Jika tidak diindahkan, maka AMA-Makassar mendesak KAPOLRI untuk segera copot Kapolda NTT dari jabatanya.

Aksi tersebut berlangsung damai selama kurang lebih tiga jam dan diisi dengan orasi ilmiah dari para aktivis yang dilakukan secara bergantian.

Reporter: wahyu
Editor: Hardy Sungkang

Artikel ini telah dibaca 32 kali

Baca Lainnya