Hukum

Jumat, 22 November 2019 - 12:15 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Dugaan Korupsi Pembangunan Bandara di KMT, Hoax Atau Fakta?

Floreseditorial.com, Borong – Politisi Senior partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) kabupaten Manggarai Timur (Matim) Wilibrodus Nurdin menjelaskan bahwa pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur (KMT) bisa melayangkan gugatan kepada Pengacara Senior Petrus Selestinus jika pernyataan yang disampaikan ke Publik oleh pengacara senior itu terkait dugaan Korupsi pembangunan bandar udara di KMT senilai 3,8 Miliar tidak benar.

Menurut Wili, gugatan yang dilayangkan pada Koordinator tim pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Itu dilakukan karena telah mengungkapkan fitnah secara terbuka kepada Bupati kabupaten Manggarai Timur.

“Mereka yang menyatakan ini kepublik harus bertanggung jawab, karena kalau ini tak benar (Hoax) maka saya minta pemda Matim gugat Petrus Selestinus karena telah memfitnah Bupati Matim secara terbuka dan telah merusak kepercayaan masarakat terhadap pak Andre Agas sebagai bupati,” kata Wili Nurdin, Jumat (22/11/2019).

Ia mempertanyakan sikap TPDI yang tidak menindaklanjuti pernyataan yang telah disampaikan kepada publik.

“Atau hanya sekedar memfitna Pa Ande agas Bupati Matim?, mohon bertanggung jawab atas semua yang telah disampaikan kepada masyarakat kabupaten Manggarai Timur,” tandasnya.

Meski demikian Wili Nurdin mengungkapkan bahwa jika dugaan korupsi senilai 3,8 M tersebut benar adanya, maka yang paling bertanggung jawab atas dugaan korupsi tersebut bukan cuma bupati kabupaten Manggarai Timur saja.

“Tetapi tiga pimpinan DPRD Matim periode 2014-2019 dan Mantan PPKAD Boni Hasudungan di duga terlibat dalam masalah ini, kalau ini diproses mereka juga harus diambil keterangan,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa ada banyak biaya yang diambil dari APBD untuk proses rencana pembangunan bandara di kabupaten Manggarai Timur

“Misalnya perjalanan dinas, konsultasi baik ke propinsi maupun ke pemerintah pusat, tapi hasilnya nihil. Begitupun perjalanan dinas dalam daerah dalam kaitan meninjau lokasi untuk bandara, jadi ini yg perlu juga menjadi tanggung jawab bersama termasuk Mantan Bupati Yosep Tote yang disebut oleh pa Petrus Selestinus. kita berharap aparat hukum bisa menjemput bola soal dugaan ini,” tukasnya.

Baca juga : Bupati Matim Ditengarai Terlibat Suap Senilai 3,8 M

Untuk diketahui, Koordinator TPDI, Petrus Selestinus di Jakarta, Senin (8/7) lalu mengatakan, pihak Agas Andreas diduga menyuap Direktur Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Perkereta Apian Kemenhub bernama Pras Prasetyo Budi Cahyono (PBC). 

Dugaan suap tersebut dilakukan untuk memperlancar penerbitan surat rekomendasi dan surat keputusan Menteri Perhubungan yang saat itu dijabat oleh Ignatius Jonan terkait pembangunan Bandar Udara Matim yang terletak di Kecamatan Kota Komba. 

Meski demikian hingga saat ini media belum berhasil menghubungi pihak Petrus Selestinus, dihubungi melalui pesan WhatsApp juga belum terkonfirmasi.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 385 kali

Baca Lainnya
x