Hukum

Selasa, 3 September 2019 - 13:33 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi (Net)

Ilustrasi (Net)

Guru PNS Dikeroyok oleh Kepala Sekolah Dan Rekan-rekannya

Labuan Bajo, Floreseditorial.com – Dedimus Lembu, Salah seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di SMPN 1 Kuwus Barat, Manggarai Barat melaporkan kepada Kepolisian Resort Manggarai Barat atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kepala Sekolah SMPN 1 Kuwus Barat bersama beberapa guru terhadap dirinya.

Laporan yang disampaikan pada Selasa (3/9/2019) menuntut agar pihak-pihak pelaku penganiayaan diberi hukuman setimpal sesuai Undang-Undang tindakan pidana seperti yang diatur dalam pasal 351 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP tentang pengroyokan atau perusakan.

Kepada media Floreseditorial.com, Dedimus Lembu, korban kekerasan fisik dan verbal tersebut menuturkan kronologis kejadian tersebut.

Kronologis

Kepada Floreseditorial.com, Kamis (15/8/19) Dedimus Lembu menceritakan bahwa ketika dirinya sedang mengadakan latihan menari siswa/siswi SMPN 1 Kuwus Barat dalam rangka HUT RI ke-74. Latihan itu berdasarkan perintah yang diberikan oleh ibu kepala sekolah, Biata Florida Setia. Sementara itu, Pelatihan tersebut diikuti oleg beberapa siswa yang telah lulus seleksi. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap pukul 9.30, karena jam awal diisi dengan (Kegiatan Belajar Mengajar) KBM.

“Setelah waktunya ditentukan, saya bersama anggota penari menuju lapangan Gereja Stasi Wetik yang jaraknya tidak jauh dari sekolah. Pada saat bersamaan, saya membawakan wireless milik sekolah,” Jelas Lembu.
Lebih lanjut ia menceritakan, bahwa setelah latihan berlangsung sekitar lima menit, tiba tiba seorang guru bernama Rista mendatangi kami dan menyuruh untuk bubarkan latihan seturut perintah dari kepala sekolah. Namun, karena waktu latihan belum terlalu lama, saya pun menyampaikan keberatan kepada ibu guru tersebut.

Beberapa saat kemudian, guru tersebut (Ibu Rista) kembali ke sekolah. Namun, selang beberapa menit kemudian datangnglah kepala sekolah dan membentak saya dengan kata-kata yang tidak santun di hadapan para penari.

“Cukup latihan”, perintah kepala sekolah tersebut. Lalau, saya pun menjawab “maaf ibu, belum kelar ini. Sedikit lagi”.

Tetapi, tampaknya kepala sekolah malah kembali membentak saya dengan nada-nada tinggi.
“Kamu tidak boleh mengatur saya. Saya seorang pemimpin disini. Saya yang punya hak. Saya kepala sekolah bukan kamu. Bagaiamana kamu melawan saya seorang pemimpin. Dasar anjing kamu”. bentak kepala sekolah tersebut (Sambil mengambil dan memebawa wireless dalam keadaan bunyi).

Pada saat bersamaan kepala sekolah menyuruh semua peserta untuk membubarkan diri.

Setelah beberapa saat kemudian, saya kembali ke sekolah. Setibanya di lapangan sekolah, datang seorang preman dan langsung meninju kepala saya dari belakang sebanyak dua kali.

Sementara seorang guru bernama Robertus Adrianus Adu juga melakukan pemukulan terhadap saya disertai dengan kata-kata kasar, “Anjing lho”.

Tidak hanya itu, adapun guru-guru yang lain yakni, Adriana Maya, Oridavina Lalus, Faldi Flen Dagung dan Nikolaus Kani Madu langsung memerintahkan kepada siswa kelas tiga untuk mengeroyok saya. “Gelang kelas tiga, ongga hia Dedi hitu, gelang, mese bos wekis semeu (ayo anak anak kelas tiga, pukul itu pa dedi. Percuma kalian berbadan besar). Namun, perintah para guru itu tidak diindahkan oleh para peserta murid.

“Kamu itu memang pembuat keributan, melawan perintah kepala sekolah”, kata dua guru lainnya yaitu Oridavina Lalus dan Nikolais Koni Madu.

Dari rentetan kronologis yang disampaikan oleh korban, seorang saksi mata atas nama Valentinus Jemalu membenarkan peristiwa kekerasan yang dialami oleh korban.

“Saya menyaksikan sendiri. Ada seorang suami dari guru di SMPN 1 Kuwus Barat bernama Vian memukul pak Dedi dari arah belakang”, kata Valentinus kepada media ini.

Korban kekerasan dan atau penganiayaan Dedimus Lembu bersama tokoh-tokoh tua dari kampung wetik telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan hingga berita ini diturunkan, korban bersama pihak POLRES sedang melakukan visum.

Sementara berita ini diturunkan, kepala sekolah SMPN 1 Kuwus Barat belum berhasil dikonfirmasi.

Laporan : Edison Risal

Artikel ini telah dibaca 7253 kali

Baca Lainnya
x