Hukum

Senin, 1 April 2019 - 15:35 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Johan Michaux,seorang dosen di universitas of Liege di Belgia yang juga merupakan seorang Jurnalis salah satu stasiun televisi nasional Belgia.Foto/Jivansi Helmut.

Johan Michaux,seorang dosen di universitas of Liege di Belgia yang juga merupakan seorang Jurnalis salah satu stasiun televisi nasional Belgia.Foto/Jivansi Helmut.

Penjualan Komodo di NTT Jadi Sorotan Dunia

Floreseditorial.com,Labuan Bajo–Penjualan Komodo di NTT Jadi Sorotan Dunia –
Kisruh penjualan kadal raksasa atau yang sering dikenal dengan sebutan komodo beberapa waktu lalu mengundang reaksi banyak kalangan, baik lokal, nasional maupun manca negara.

Yang menjadi buming adalah ketika warga negara asing ikut menyoroti peristiwa oknum tidakbertanggungjawab tersebut.

Johan Michaux salah seorang dosen di universitas of Liege di Belgia yang juga merupakan seorang Jurnalis salah satu stasiun televisi nasional Belgia mengungkapakan keprihatinan atas perilaku tidak bertanggungjawab oknum tersebut.

“About the traffic of Komodo dragons , I think that the best would be to find the whole network who is doing this traffic, from the local people to international trafficants and to put them in jail!”, kata Johan Michaux kepada Floreseditorial.com.

Loading...

Lebih lanjut, Johan Michaux mengungkapkan, bahwa jaringan para pelaku penjualan binatang langka termasuk komodo harus diungkap secara tuntas.

“I think that it is linked to an international traffic. Many stupid people would pay a lot to have at their home the emblematic Komodo dragon”, lanjut Johan Michaux.

Johan menilai, kompleksnya persoalan penjualan komodo memang memiliki banyak resiko. Hal tersebut baginya juga disebabkan oleh keberadaan orang-orang di taman nasional komodo.

Menutupi pembicaraannya, Johan Michaux berjanji akan kembali ke Labuan Bajo pada Agustus mendatang bersama team televisi Belgia untuk membahas persoalan yang ada dan juga melakukan observasi guna menemukan solusi bersama terkait persoalan yang ada.

“I will come back again in August with the tv team and we will be able to talk more about these problems and I will do all what I can. So all together we will find solution”, kata Johan Michaux.

Laporan : Jivansi Helmut

Artikel ini telah dibaca 38 kali

Baca Lainnya