Hukum

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 20:05 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Angan Riwu

Angan Riwu

PMKRI Ende Menduga Polisi Sengaja Menunda-nunda Penanganan Kasus Dugaan Gratifikasi 7 Anggota DPRD Ende

FLORESEDITORIAL.COM, ENDE – Kasus korupsi dugaan gratifikasi yang menyeret tujuh (7) nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ende dan Direktur PDAM Tirta Kelimutu Ende hingga kini tak jelas penanganannya.

Tak tanggung-tanggung, kasus yang menyeret nama para wakil rakyat di kabupaten Ende itu tak jelas penanganannya meski sudah hampir 5 tahun berada di meja penyidik.

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende menduga Penyidik Kepolisian Resor Ende sengaja mengulur-ulur penanggulangan terhadap proses hukum dugaan kasus korupsi ini.

Presidium Germas Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende, Angan Riwu, kepada floreseditorial.com menjelaskan bahwa pasca putusan praperadilan, amat jelas bahwa Pengadilan Negeri Ende memerintahkan kepada Kepolisian Resor Ende untuk melanjutkan proses hukum terkait kasus korupsi dugaan gratifikasi.

“Namun hingga kini, nyatanya hinggga kini polisi masih terus – menerus menunda-nunda penanganannya dan beralasan bahwa penanganan kasus korupsi dugaan gratifikasi masih dalam proses penyelidikan,” Tuturnya pada media ini jumad, (10/08/18)

Ia mempertanyakan komitmen polisi dalam memberantas korupsi.

“Kenapa masih terus menerus menunda-nunda dan Hingga bau bangkai kasus korupsi dugaan gratifikasi belum bisa dihilangkan dari meja Penyidik Polres Ende”, Ucapnya.

Padahal, kata Angan, penanganan terhadap kasus yang menyeret sejumlah nama wakil rakyat kabupaten Ende itu sudah berada di meja penyidik polres Ende kurang lebih lima tahun silam.

“Ini sudah hampir 5 tahun proses hukum terhadap kasus tersebut belum juga kelar dituntaskan oleh Penyidik Kepolisian Resor Ende”. Jelasnya

Dikatakannya, kondisi ini menyebabkan kegelisahan PMKRI mencuat untuk kembali mempertanyakan Keseriusan penyidik Polres Ende dalam menangani kasus korupsi yang merajalela di daerah kabupaten Ende.

Dikonfirmasi terpisah Kapolres Ende, AKBP Ahmad Muzayin, SIK ketika dutemui media ini di ruang kerjanya, pada jumad, (10/08/18) mengatakan bahwa pada dasarnya pihaknya sedang menjalankan perintah pengadilan negeri Ende dan untuk melakukan proses hukum terhadap dugaan kasus ini.

“Niat kita sama bahwa korupsi adalah musuh bersama, namun terkait dengan proses hukum terhadap adanya dugaan kasus gratifikasi masih dalam proses penyelidikan”, Kata Muzayin.

Ketika ditanya media ini soal progres penyelidikan yang dijalankan, Kapolres mengatakan pastinya hingga kini pihaknya masih terus melakukan proses hukum.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” tukasnya.

Laporan : Rian Laka

Artikel ini telah dibaca 10620 kali

Baca Lainnya
x