Hukum

Senin, 4 Maret 2019 - 15:26 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi (Net)

Ilustrasi (Net)

Sidang Disiplin Oknum Polisi YSA Kembali Ditunda

Floreseditorial.com, Ruteng – Penyidik Propam Polres Manggarai kembali menunda sidang disiplin Oknum Polisi YSA, seorang anggota polri berpangkat BRIPKA yang bertugas di Polres Manggarai.

Kepala bagian Humas Polres Manggarai IPDA Daniel Djihu melalui pesan Whatsapp kepada media ini , Senin, (4/3/2019), menerangkan alasan penundaan sidang dikarenakan Kapolres Manggarai sedang tidak berada di tempat dan perangkat sidang juga masih memiliki kesibukan.

“Ia sidang ditunda hari Senin, 11 Maret 2019,” terang Daniel.

Untuk diketahui, YSA merupakan anggota Polri dan bertugas di Polres Manggarai yang pada tanggal 26 November 2018 silam dilaporkan oleh MSD kekasihnya sendiri karena tak mau bertanggungjawab setelah menghamilinya.

Ditemui di Ruteng, MSD mengaku kesal dengan pihak kepolisian yang terus menerus menunda pemeriksaan atas kasus yang melibatkan oknum polisi beristri berpangkat Bripka itu.

Loading...
MSD didampingi kedua orangtuanya saat tiba di Polres Manggarai pada Senin 04/03/2019. (Foto: TeamYPF/Engkos Pahing)

“Kasus ini sudah dilaporkan sejak empat bulan lalu. Setiap kami ke sini (Polres Manggarai,red) mereka selalu menunda, dan hari ini juga kembali mereka tunda, padahal jadwal pemeriksaan mereka sendiri yang berikan kepada kami” kata MSD saat ditemui wartawan pada Senin (04/03/2019).

Warga Dusun Golo Ara, Desa Compang Wesang RT01/RW01, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai itu melapor setelah mengetahui dirinya hamil tiga bulan.

MSD mengaku sering ditiduri YSA, anggota polisi di Polres Manggarai. Namun saat dia hamil, polisi itu malah tidak mau bertanggungjawab.

MSD menceritakan, perkenalannya dengan YSA terjadi sejak awal 2018 lalu. Karena merasa ada kecocokan mereka pun kemudian berpacaran. Sejak saat itu, hampir setiap kali bertemu mereka selalu melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri.

“Awalnya saya sempat menolak ketika diajak berhubungan intim karena takut hamil. Tapi dia (YSA) merayu saya, dan meyakinkan saya katanya kalau hamil akan dinikahi,” ucapnya.

MSD mengatakan, dia dan YSA pertama kali melakukan hubungan intim di kontrakan YSA yang berada di kelurahan Pitak, tidak jauh dari Polres tempat YSA bertugas.

Mulai dari saat itu, mereka sering melakukan hubungan intim. MSD sering menginap di rumah kontrakan YSA dan sebaliknya YSA pun sering datang ke rumah orangtua MSD di kediaman MSD di Golo Ara.

Saat pertama menjalani hubungan, kata MSD, Bripka YSH ini menunjukan itikad sebagai orang baik-baik. Apalagi di hadapan Laurentius Jehono dan Lusia Ladus orangtua korban.

“Dia berani menginjak rumah saya ini. Selama ini dia (Bripka YSA) menunjukan keseriusan dalam berhubungan. Dia selalu bilang sabar kalau saya tanya kapan keluarganya akan datang,” kata MSD.

Karena YSA dinilai tidak bertanggungjawab atas perbuatannya, kemudian MSD bersama keluarganya melaporkan kasus tersebut ke Propam Polres Manggarai.

Laporan : Engkos Pahing
Editor: Hardy Sungkang

Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya