Cheap NFL Jerseys From China Cheap Jerseys Wholesale Jerseys

Kesehatan Manggarai Manggarai Barat

Senin, 18 Mei 2020 - 00:01 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Foto: Ilustrasi (FED Media)

Foto: Ilustrasi (FED Media)

Camat Lembor Protes, Jenazah Dipindah dari Ambulance ke Mobil Pickup

Floreseditorial.com, Lembor – Ricuh di portal pos jaga perbatasan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat, Sabtu (16/5/2020) makin memanas saat mobil jenazah guru komite SDN Malawatar, tidak melanjutkan perjalanan ke Desa Daleng, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat. Pasalnya, mobil ambulance yang membawa jenazah Yustina Nduet berhenti di pos jaga itu, lalu peti jenazah dipindahkan ke mobil pick up yang sedang parkir di sebelah barat portal. Namun petugas jaga membantah jika mobil ambulance berhenti di situ karena ada larangan melintas dari petugas jaga.

Berdasarkan penelusuran floreseditorial.com sejak, Sabtu (16/5/2020) siang hingga Minggu (17/5/2020) petang, mobil ambulance membawa jenazah, Yustina Nduet (40). Almarhumah seorang guru komite SDN Malawatar, warga Desa Daleng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Dirawat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng sebagai pasien umum karena menderita hipertensi. Almarhumah menghembuskan napas terakhir, Sabtu (16/5/2020).

Camat Lembor, Pius Baut, SE, yang dikonfirmasi, Minggu (17/5/2020), menegaskan, penyebab mobil ambulance berhenti karena terhalang portal milik Pemkab Manggarai. Akibatnya keluarga berduka dibantu warga Lembor terpaksa memindahkan jenazah Yustina dari mobil ambulance ke mobil pick up yang disiapkan keluarga almarhum. Sementara aparat yang siaga di posko tersebut hanya menyaksikan peristiwa jenazah dipindahkan.

“Itu betul. Kejadian berlangsung saat kami sedang dialog dengan Sekda Manggarai, Fansi Jahang, Asisten Frans Kakang dan Camat Lelak, Gon Nggarang,” kata Camat Pius Baut.

Ia mengaku, pihaknya mengetahui kejadian itu berdasarkan laporan warga yang menyaksikan proses evakuasi jenazah Yustina dari mobil ambulance ke mobil pick up. Tidak menerima perlakuan tersebut, tulis Camat Pius, pihaknya meninggalkan ruang rapat menuju posko.

Camat Pius berang sambil melancarkan protes keras kepada sejumlah pejabat pemerintah Manggarai yang ada di posko itu. Sebab perlakuan seperti itu tidak manusiawi. Namun pihak posko menampiknya, sebab petugas jaga posko tidak melarang. Tapi sopir mobil jenazah sendiri yang berhenti di tempat itu dan keluarga almarhum pindahkan jenazah almarhum.

“Saat saya keluar dari ruangan dialog, saya lihat mobil jenazah masih parkir di sebelah timur portal. Saya tidak saksikan saat warga pindahkan jenazah ke mobil lain. Tapi menurut kesaksikan masyarakat, jenazah itu dipindahkan ke mobil pick up yang parkir sebelah barat portal,” tulis Camat Pius via WhatsApp.

Yang sangat disesalkan, tulis Camat Baut, peristiwa itu terjadi di depan mata aparat dari Manggarai. Seharusnya pihak aparat mempersilahkan ambulance itu lewat.

Dihubungi terpisah via WhatsApp, Minggu (17/5/2020) petang Camat Lelak, Gon Nggarang membenarkan mobil jenazah menuju Lembor. Namun pihaknya membantah jika ada informasi yang menyebutkan petugas posko melarang mobil tersebut untuk melintas. Seturut pengakuan sopir, jelasnya, mobil ambulance berhenti di situ dan pihak keluarga langsung menjemput jenazah untuk dipindahkan ke mobil pick up yang telah mereka siapkan.

“Terima kasih. Kemarin ada mobil ambulance yang membawa jenazah. Mobil itu berhenti kurang lebih 30 meter sebelum portal posko,” kata Gon Nggarang.

Sesuai informasi petugas posko, demikian Gon Nggarang, Kepala Puskesmas Ketang, Willy Dugis memerintahkan sopir mengantar jenazah sampai di posko. Jenazah akan dijemput pihak keluarga di posko. “Demikian yang saya tahu dari petugas posko dan dari Kepala Puskesmas Ketang”, terang Gon Nggarang.

Wartawan media ini di Ruteng berusaha mengkonfirmasi Sekda Manggarai, Fansi Jahang, meminta wartawan Floreseditorial.com mendatangi kantornya pada, Senin (18/5/2020) besok.

*(Robert Perkasa)

Artikel ini telah dibaca 1729 kali

Baca Lainnya
x