Team Promosi Kesehatan Puskesmas Datak Saat Memberikan Penyuluhan di Gereja Paroki Datak (foto: team YPF)

FLORESEDITORIAL.COM – Adanya pasien Demam Berdarah di Welak Utara, yang juga menjadi daerah pelayanan paroki Datak mendorong pihak gereja paroki Datak mengambil sikap pastoral.

Tindakan nyata yang dilakukan oleh Gereja adalah dengan memasukan tema promosi atas demam berdarah masuk Gereja.

Pada hari orang sakit sedunia, tiem Promosi Kesehatan Puskemas Datak diberi kesempatan untuk melakukan penyuluhan tentang demam berdarah, sesudah bacaan Injil dan sebelum pesan Paus Fransiskus. Team yang diketuai oleh Elisabeth Fetriani , kepala Prokem Puskesmas Datak dan Rio Seran kepala kesehatan Lingkungan Puskesmas Datak memberikan penyuluhan tentang penyebab dari DBD, kemungkinan daerah penyebaran DBD dan cara pengobatan serta pencegahannya.

Menurut Rm. Beny Jaya, Pr selaku pastor paroki Datak, apa yang dilakukan oleh paroki merupakan bagian dari amanat Sinode III Keuskupan Ruteng.

“Dan fokus pastoral pada tahun 2019 adalah diakonia atau pelayanan. Gereja terpanggil dan bertanggungjawab agar segala kecemasan dan harapan atau suka dan duka masyarakat harus menjadi bagian hidup gereja,” kata Benny Jaya.

Atas dasar itu, lanjut Benny, salah satu program tahun pelayanan di paroki datak yang merupakan amanat Rekomendasi Sidang Pastoral keuskupan Ruteng Januari 2019 adalah penyuluhan kesehatan.

“Karena situasi aktual yang melanda Mabar umumnya dan Paroki Datak adalah Demam Berdarah, maka Paroki melakukan kerja sama dengan Puskesmas untuk promosi atasi demam berdarah,” tuturnya.

Pada tanggal 10 Februari, terang Benny Jaya, Tiem Puskesmas memberikan penyuluhan di tiga Gereja, yaitu di kapela Wol, Gereja Datak dan Kapela Tontol.

“Isu demam berdarah masuk gereja paroki Datak agar seluruh umat segera keluar dari situasi ini. Sosialisasi ini diharapkan agar semua umat menjadi tanda kemurahan Allah untuk menciptakan lingkungan yang sehat sesuai amanat Paus Fransiskus di Hari orang sakit sedunia 2019,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan penyuluhan akan berlanjut di semua stasi se-paroki Datak pada bulan Februari dan pada bulan – bulan selanjutnya

“Kami sudah kordinasi dengan pihak Puskesmas utk melakukan sosialisasi di KBG pada saat doa malam Minggu,” tutup Benny.

Sementara Kepala Puskesmas Datak, Elisabeth Timan menyampaikan terimakasih pada pihak Gereja yang telah memberi ruang pada petugas untuk melakukan promosi kesehatan sampai ke masyarakat KBG.

“Pihak Puskesmas tentu akan melakukan kordinasi internal agar semua kegiatan ini bisa berjalan dengan baik.

Untuk diketahui, persoalan kesehatan menjadi bagian penting arah pastoral Paroki Datak.

Setiap Minggu, seluruh umat mendoakan tentang hal ini sebagai bagiam dari Doa wajib tahun pelayanan khas paroki Datak.

Doa yang khas di paroki Datak dan berbeda dengan yang lain adalah: “Bantulah kami semua untuk menertibkan seluruh ternak kami, agar tidak mengorbankan hak orang lain. Gerakanlah seluruh umat Mu untuk memperhatikan kebersihan lingkungan, memiliki WC dan tempat sampah, serta tidak membuang sampah sembarangan. Semoga dengan kekuatan cintaMu, kami terdorong utk terus menanam banyak tanaman, baik tanaman holtikultura, palawija dan tanaman perdagangan. Gerakanlah hati kami untuk memandaatkan lahan pekarangan rumah untuk dijadikan sumber gisi keluarga”.

Semua doa ini sangat relevan dalam konteks situasi paroki Datak.

Laporan : Jivansi Helmut

Komentar Anda?

Komentar Anda?