FLORESEDITORIAL.COM, BORONG – Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Manggarai Timur mengungkapkan bahwa penderita HIV/AIDS di kabupaten Manggarai Timur merebak hampir kesemua kalangan dan profesi.

Dari Tukang Ojek, PNS, TNI dan Polisi, hingga Rohaniawan juga terinveksi virus mematikan tersebut.

Tercatat 93 kasus HIV/AIDS diderita oleh warga kabupaten Manggarai Timur sejak tahun 2008 silam.

Data yang dihimpun media, penderita penyakit tersebut didominasi oleh mantan mantan perantau. Tercatat Sebanyak 33 kasus HIV diderita oleh para mantan perantau.

Penderita HIV/AIDS juga diderita oleh Ibu Rumah Tangga termasuk para pekerja disejumlah cafe di kabupaten Manggarai Timur. Tercatat sebanyak 21 kasus diderita oleh mereka.

Penyakit ini juga diderita oleh PNS, THL,Polisi dan TNI. Tercatat sebanyak 9 kasus HIV/AIDS juga diderita oleh kelompok ini.

Sementara 5 kasus HIV/AIDS juga diderita oleh pihak swasta termasuk pedagang.

Selain itu, satu Rohaniawan juga terinveksi virus ini.

Berikut Data penderita HIV/AIDS di kabupaten Manggarai Timur berdasarkan profesi mereka masing-masing yang diperoleh media ini dari komisi penanggulangan HIV dan AIDS kabupaten Manggarai Timur.

Data penderita HIV/AIDS di kabupaten Manggarai Timur berdasarkan profesi/pekerjaan (Dokumen: Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS kabupaten Manggarai Timur) Catatan KPAD : Data Para Penderita HIV/AIDS yang bekerja di sejumlah cafe di Cepi Watu digabung dalam kategori Ibu Rumah Tangga

Laporan : Yon Sahaja

 

Komentar Anda?

2 KOMENTAR

  1. Jangan salah gunakan uang.
    Dan jangan terlalu sigap untuk kami anak rantau..bisa bisa semua kalangan rantau diberentikan ..jika demikian sediakan lapangan kerja untuk kami anak rantau. Sebab kami butuh pengalaman untuk mewujud masa depan.

    Jika pihak keamanan seperti polisi dan TNI terinfeksi MATIM mau jadi apa.
    🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

  2. Rohaniwan yang mana???
    Perantauan yang mana???
    Polisi/TNI yang mana???
    Harus terbuka dengan masyarakat, karena
    itu merupakan penyakit sampah masah masyarakat

Comments are closed.