Headline Kesehatan Manggarai

Kamis, 28 Mei 2020 - 00:07 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Foto: Ist

Foto: Ist

Diduga Kelalaian Medis, Seorang Bayi Meninggal Dunia

Floreseditorial.com, Ruteng – Seorang bayi, buah kasih Yunita dan Mustaqim Abdullah meninggal dunia, Senin (25/5/2020). Kuat dugaan bayi naas itu meninggal dunia akibat kelalaian petugas medis di ruangan perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi, Ruteng. Orang tua bayi naas itu mengaku kesal, karena petugas medis tidak melakukan perawatan intensif terhadap bayinya, hingga mengalami keracunan air ketuban.

Kepada redaksi floreseditorial.com, Rabu (27/5/2020), Yunita, ibu bayi naas itu menceritakan, Ia masuk RSUD Ruteng, Selasa (19/5/2020) sebagai pasien rujukan dari puskesmas. Setibanya di RSUD Ruteng pihaknya meminta supaya segera ambil tindakan operasi, lantaran Ia merasa kehabisan tenaga. Namun oleh pihak dokter, jelasnya, hasil pemeriksaan menyimpulkan kondisi kandungan normal, sehingga disarankan untuk melahirkan secara normal. Untuk mempercepat proses kelahiran, tuturnya, Ia diberi obat perangsang sebanyak tiga kali, namun tidak ada perubahan.

Yunita menjelaskan, tanggal 20 Mei 2020, sekitar pukul 24.00 WITA Ia merasakan air ketuban pecah. Bersamaan kejadian itu, pihaknya, meminta kepada pihak medis agar segera mengambil tindakan operasi.

Namun terhadap permintaan itu, lanjutnya, pihak medis tidak secepatnya menanggapi. Pihak medis, sesalnya, dapat melayani permintaannya beberapa jam kemudian. Proses operasi bayi, sambungnya, baru dilaksanakan pukul 04.00 dini hari, Senin (21/5/2020).

Proses operasi, ceritanya, berlangsung lancar, namun kondisi bayi sudah mengalami keracunan air ketuban. Akibatnya paru-paru bayi naas itu sudah penuh cairan air ketuban. Terhadap kondisi tersebut, petugas medis memasang dua selang pada mulut dan hidungnya. Dua selang tersebut, terangnya, berfungsi membantu pernapasan dan satu selang lainnya membantu mengeluarkan cairan dari paru-paru bayi itu.

“Yang sangat saya sesalkan, perawatan medis di ruangan perawatan bayi itu sangat lamban. Kepada suami saya diminta untuk pompa. Padahal sesungguhnya itu bagian dari perawatan medis. Pihak medis seakan-akan lepas tanggung jawab dan menyerahkan kepada suami saya untuk pompa,” katanya.

Ibu Yunita menceritakan, kelalaian perawatan medis mengakibatkan bayinya meninggal dunia, Senin (25/5/2020). Padahal jika petugas medis telaten merawat bayi yang sudah terindikasi keracunan air ketuban, bayinya bisa diselamatkan.

Karena itu, pihaknya mengaku kecewa terhadap manajemen RSUD Ruteng. Terutama perawat di ruangan perawatan bayi itu, yang telah melalaikan tugas tanggung jawabnya, sehingga bayinya meninggal dunia.

Selain pengalaman yang dialami bayinya di ruangan perawatan bayi, pihaknya sendiri mengalami perlakuan kurang sopan dari petugas medis. Bahkan ketika selang infusnya sudah dialiri darah segar dan menyampaikan hal itu kepada pihak medis, keluhannya tidak segera ditanggapi.

“Saya sampai penuh lumuran darah pada tangan saya. Saya minta ulang-ulang ke petugas jaga, tapi tidak segera dilayani,” sesalnya.

Direktur RSUD Ben Mboi, Ruteng, dr. Immaculata Veronica Djelulut, belum berhasil dikonfirmasi. Namun Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai, Fansy Jahang, mengaku pihaknya belum mendapat info tentang peristiwa tersebut.

“Nanti kami cek Blud RSUD,” katanya.

*(Tim Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 6159 kali

Baca Lainnya
x