Kesehatan Manggarai Timur

Rabu, 8 Juli 2020 - 00:26 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Dinkes Kabupaten Matim membakar sampah limbah B3 shelter covid-19 menggunakan mesin insenerator, Selasa (7/7/2020). (Foto: Ist)

Dinkes Kabupaten Matim membakar sampah limbah B3 shelter covid-19 menggunakan mesin insenerator, Selasa (7/7/2020). (Foto: Ist)

Dinkes Matim Bakar Sampah Pakai Mesin Insenerator

Borong, floreseditorial.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur membakar sampah limbah B3 shelter covid-19 menggunakan mesin insenerator, Selasa (7/7/2020). Kegiatan itu dilakukan setelah dirjen persampahan dan limbah memberi dispensasi kepada Pemda Matim agar sampah limbah B3 dari shelter covid-19 harus segera dibakar.

Kepala Dinas Kesehatan Matim, dr. Sirip Tintin, sampah yang dibakar berasal dari sampah limbah B3, sampah domestik dari shelter covid-19 dan sampah medis dari puskesmas-puskesmas.

Kedepannya, kata Dia, limbah B3 rumah 29 puskesmas dibakar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai Timur. Sebab, 29 puskesmas belum memiliki alat bakar sampah B3 dan sampah domestik.

Mesin bakar insenerator mampu mambakar satu kubik sampah per jam dengan suhu 1.200°C. Alat bakar itu mampu membakar seluruh sampah berbahaya termasuk dari logam-logam.

Dinkes Kabupaten Matim membakar sampah limbah B3 shelter covid-19 menggunakan mesin insenerator, Selasa (7/7/2020). (Foto: Ist)

“Sampah pihak swasta, masyarakat dan juga dari institusi pendidikan bisa dibakar menggunakan alat ini. Asalkan sampah itu dihantar ke RSUD Matim,” katanya.

Ke depan, demikian dr. Titin, diupayakan perda sehingga ada pemasukan PAD untuk daerah ini.

Direktur RSUD Matim, dr. Yori Emilia H. Y, mengatakan, dirinya merasa bangga dan senang karena mesin insenerator pengolahan limbah B3 sudah ada.

dr. Yori, berharap, Pemda Matim menyiapkan tempat khusus untuk menyimpan abu sisa pembakaran limbah B3. Kecuali itu, pihaknya berharap akses jalan menuju mesin insenerator segera selesai karena lintasan jalan menuju alat itu.

Terpisah, Kadis BLH Matim, Drs. Donatus Datur, menuturkan, pembakaran sampah melalui mesin insenerator yang dilakukan hari ini sangat luar biasa sehingga sampah-sampah yang ada tidak dibuang di sembarangan tempat khususnya sampah medis.

Menurutnya, meski kegiatan bakar sampah, Selasa (7/7/2020), belum mendapat izin, tapi sudah diberi dispensasi pihak dirjen persampahan dan limbah agar sampah limbah B3 dari shelter covid-19 harus segera dibakar. (*)

Artikel ini telah dibaca 274 kali

Baca Lainnya
x