Hukum Kesehatan Manggarai Barat

Rabu, 20 Mei 2020 - 19:34 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Kapolsek Lembor, Ipda. Pol. Yoga Darma Susanto, S.Tr.K. (Foto: Ist)

Kapolsek Lembor, Ipda. Pol. Yoga Darma Susanto, S.Tr.K. (Foto: Ist)

Gregorius Nyoman, Tersangka Kasus Pemukulan Tenaga Medis Wae Nakeng

Floreseditorial.com, Lembor – Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menetapkan Gregorius Nyoman Kunang alias Nyoman (49) sebagai tersangka kasus pemukulan, Hironimus Jehamat, tenaga medis Puskesmas Wae Nakeng.

Warga Wae Nakeng, RT 02 / RW 01, Desa Poco Rutang, Kecamatan Lembor, ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Polsek Lembor melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus itu. Pelaku dijerat dengan Pasal 351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara 2 tahun 8 bulan.

“Kita sudah naikkan penyidikan dan telah menetapkan tersangkanya. Tersangka melanggar Pasal 351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman 2 tahun 8 bulan kurungan,” jelas Kapolsek Lembor, Ipda. Pol. Yoga Darma Susanto, S.Tr.K menjawab floreseditorial.com, Rabu (20/5/2020).

Dia diminta keterangan tentang perkembangan penanganan kasus pemukulan, Hironimus Jehamat, seorang tenaga medis di Puskesmas Wae Nakeng, Rabu (13/5/2020) lalu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Manggarai Barat, Klana Suratman, S.Kep., Ns, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polsek Lembor, yang telah bekerja cepat menindaklanjuti laporan Hironimus Jehamat yang mengalami tindakan kekerasan saat melaksanakan tugasnya.

Sesuai organisasi profesi, demikian, Klana, pihaknya telah melaporkan kasus tersebut kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPNI di Jakarta. Selain itu menyiapkan penasihat hukum untuk mendampingi seluruh proses hukum kasus yang menimpa anggota PPNI Mabar itu.

Untuk diketahui kasus pemukulan terhadap, Hironimus Jehamat, tenaga medis di Puskesmas Wae Nakeng terjadi, Rabu (13/5/2020). Saat itu korban bersama Kepala Puskesmas Wae Nakeng berada di lantai dua sedang mengerjakan laporan kegiatan covid-19.

Sekitar pukul 13.50 WITA, pelaku, Gregorius Nyoman Kunang (49), datang. Setibanya di pintu ruangan lantai dua puskesmas itu, pelaku bicara tidak jelas. Saat hendak masuk ruangan, dicegat ibu kepala puskesmas serta meminta alasan kedatangannya ke ruangan itu. Bukannya menjelaskan pertanyaan kepala puskesmas, pelaku justru menuduh korban sebagai pemicu keresahan masyarakat di Wae Nakeng, sambil meninju dahi kanan korban.

Tak berapa lama satpam menarik pelaku serta memintanya segera meninggalkan puskesmas itu. Atas kejadian itu, pukul 14.00 WITA, korban bersama pimpinan Puskesmas Wae Nakeng melaporkan kasus itu ke Polsek Lembor.

Penulis: Louis Mindjo
Editor: Robert Perkasa

Artikel ini telah dibaca 856 kali

Baca Lainnya
x