Kesehatan

Jumat, 22 Mei 2020 - 12:10 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Yuni Damayanti, Ketua TP PKK Kabupaten Lembata. (Foto: Ben Kia Assan)

Yuni Damayanti, Ketua TP PKK Kabupaten Lembata. (Foto: Ben Kia Assan)

Jamu Penangkal Corona, Racikan Ibu-Ibu Labalimut

Floreseditorial.com, Lewoleba – Ny. Yuni Damayanti, istri Bupati Lembata, Eliazar Yentji Sunur, terkagum-kagum menyaksikan sekelompok ibu di Desa Labalimut, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata berhasil meracik jamu penangkal virus corona.

Ia pun mengaku rindu akan kembali lagi ke desa berhawa sejuk ini. Betapa tidak, Ny. Yuni Damayanti yang juga Ketua Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) ini menyatakan apresiasi atas kreativitas ibu-ibu di desa itu.

Dalam sebuah lawatan ke Labalimut mendampingi suaminya, Bupati Sunur pada hari Sabtu tanggal 16 Mei lalu, Ibu Yuni berkesempatan mampir di desa itu untuk menyaksikan dari dekat hasil kreasi para ibu kelompok usaha jamu anti corona. Di hadapan bupati, kepala desa dan masyarakat Labalimut, Ny. Yuni menyampaikan niatnya untuk membantu ibu-ibu pengrajin jamu hasil racikan sendiri.

“Jamu racikan ibu-ibu ini baik sekali. Dari penjelasan suster, jamu ini cocok untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Baik sekali untuk menangkal corona. Nanti saya akan datang lagi,” ungkap Ibu Yuni disambut tepuk tangan warga.

Kedatangan Ny. Yuni bersama bupati dan rombongan, secara khusus untuk menikmati jamu lokal buatan ibu-ibu Desa Labalimut. Bupati dan rombongan sempat disuguhi jamu racikan sekelompok ibu di desa itu.

Albertus Blikon, Penjabat Kepala Desa Labalimut menjelaskan, ramuan jamu asli kampung Boto ini merupakan kreasi ibu-ibu bersama para suster di Komunitas Biara Susteran SSPS, Boto. Para ibu didampingi suster-suster SSPS mencoba meracik jamu dari beberapa tanaman lokal.

“Awalnya, kami mencoba meracik jamu dari bahan-bahan lokal. Kami buat untuk mencegah virus corona. Termasuk soal gizi bagi warga. Kami diskusi dengan beberapa warga dan para suster. Kebetulan ada suster yang ahli meracik ramuan,” kisah Blikon.

Suster Mathildis, SSPS sebagai instruktur sekaligus punya keahlian meracik jamu, menceritakan bahwa dirinya punya keterampilan meracik rempah-rempah. Bahan-bahan yang digunakan seperti kunyit, jahe, temulawak, sereh dan beberapa lagi. Ramuan beraneka rempah dari Kampung Boto, Desa Labalimut ini diyakini dapat meningkatkan imunitas tubuh. Jamu hasil produksi ibu-ibu tersebut dipercaya mampu menangkal virus corona.

Dengan mengkonsumsi jamu ini, diyakini kekebalan tubuh tetap terjaga.
Sedikitnya, 12 jenis rempah-rempah yang diracik menjadi jamu. Suster Mathildis menambahkan, semua warga Desa Labalimut sudah dua kali menikmati ramuan ini. Ini menjadi salah satu program desa yang perlu dilanjutkan.

Ny. Yuni berjanji akan mendampingi kelompok ibu-ibu peracik jamu dan menjadikan jamu sebagai salah satu program untuk dikembangkan di wilayah itu.

“Saya akan minta ibu-ibu PKK untuk belajar membuat jamu. Pasti banyak yang berminat. Mama Suster, nanti tolong bantu ajarkan kami soal ini,” pinta Ibu Yuni.

Penulis: Benediktus Kia Assan
Editor: Kornelius Rahalak

Artikel ini telah dibaca 496 kali

Baca Lainnya
x