Headline Hukum Kesehatan Manggarai Barat

Jumat, 22 Mei 2020 - 00:32 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Foto: Ilustrasi (net)

Foto: Ilustrasi (net)

Polisi Ungkap Dugaan Mafia Jual – Beli Dokumen Covid-19

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Aparat Kepolisian Resort (Polres) Manggarai Barat, mengungkap dugaan mafia jual beli dokumen rapid test covid-19 pelaku perjalanan dari Labuan Bajo ke luar daerah. Praktek itu diendus polisi setelah, Fajri Shadikin, seorang pelaku perjalanan menyerahkan surat keterangan itu kepada penjaga posko penyeberangan Labuan Bajo – Bima. Merasa dirugikan atas perbuatan tersebut, pihak Puskesmas Labuan Bajo mengadukan hal itu kepada Polres Mabar, Kamis (21/5/2020).

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Handoyo Santoso, S.I.K, M.Si, melalui Kasat Reskrim, Iptu Pol. Ridwan, SH, yang dikonfirmasi floreseditorial.com, Kamis (21/5/2020) malam membenarkan hal itu.

Tentang kronologis kejadian itu, sebagaimana dikirimkan Iptu Pol. Ridwan, menjelaskan pada Rabu (20/5/2020) Fajri Shadikin, mendatangi RSUD Komodo untuk mengurus perlengkapan perjalanan, berupa keterangan rapid test dari rumah sakit.

Saat tiba di halaman parkir rumah sakit itu, Fajri, bertemu dengan seorang yang mengaku bernama Naza. Keduanya terlibat dialog. Saat Fajri bertanya loket pendaftaran rapid test, Naza menawarkan bantuan untuk mengurusnya lebih cepat dengan jasa pembuatan surat hasil rapid test, dengan biaya Rp 100.000. Fajri menerima tawaran tersebut. Setelah menerima surat keterangan hasil rapid test, Fajri meninggalkan rumah sakit itu.

Kamis, (21/5/2020), demikian Iptu Pol. Ridwan, Fajri menyerahkan surat keterangan tersebut kepada petugas pos jaga penyeberangan, sebelum dirinya meninggalkan Labuan Bajo menuju Bima. Namun sebelum petugas merestui keberangkatan Fajri, lebih dulu dilakukan cross check keabsahan surat keterangan tersebut kepada RSUD Komodo. Sebab pihak pos jaga mencurigai keabsahan surat keterangan tersebut.

Hasil cross check, pihak RSUD Komodo mengaku hingga saat ini belum pernah mengeluarkan surat keterangan hasil rapid test kepada siapa pun yang hendak bepergian ke luar daerah. Atas kejadian itu, dr. Chrismas Yuhendi, S sebagai pihak yang dirugikan karena telah dicantumkan sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap surat keterangan tersebut, mengadukan hal itu kepada aparat Polres Mabar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Intelkam Polres Mabar Iptu Cakra Mudra, S.I.P, dan Piket Sat Reskrim Polres Mabar melakukan koordinasi guna mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Mabar, Yohanes Mbuik, selaku petugas Posko Gugus Pencegahan Covid-19 Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menjelaskan, saat sedang melaksanakan tugas di posko, Kamis (21/5/2020), seorang yang mengaku bernama Fajri mendatangi posko membawa hasil pemeriksaan rapid test. Saat dicek, surat tersebut tidak sesuai dokumen surat keterangan kesehatan yang seharusnya. Selajutnya, pihaknya konfirmasi ke dr. Melinda di RSUD Komodo. Keterangan dari dr. Melinda, menyebutkan pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat keterangan rapid test.

Keterangan yang sama juga disampaikan dr. Andre Sitepu dari RSUD Komodo yang menyatakan, selama ini pihak RSUD Komodo belum melayani pemeriksaan rapid test kepada masyarakat umum, guna melengkapi dokumen perjalanan.

“Sepengetahuan saya, dokter atau staf RSUD Komodo yang akan mengeluarkan surat keterangan sehat melakukan konsultasi,” demikian penjelasan dr. Andre.

dr. Chrismas Yuhendi. S menjelaskan, pihaknya dihubungi dr. Melinda selaku Direktur RSUD Komodo, mengkonfirmasi tentang kebenaran surat keterangan pemeriksaan rapid test. Pihaknya dihubungi karena dalam surat keterangan tersebut, pihaknya yang tanda tangan. Sebab sampai saat ini, Puskesmas Labuan Bajo tidak melayani pemeriksaan rapid test untuk masyarakat umum yang hendak melengkapi dokumen perjalanan.

Penulis: Alfonsius Andi
Editor: Kanis Lina Bana

Artikel ini telah dibaca 977 kali

Baca Lainnya
x