Cheap NFL Jerseys From China Cheap Jerseys Wholesale Jerseys

Kesehatan NGADA

Jumat, 7 Agustus 2020 - 10:40 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Pelaksana Unit Donor Darah PMI Kabupaten Ngada, Alfonsius Djou (tengah/duduk) bersama petugas lainnya sedang mengambil darah narapidana dan petugas Rutan Bajawa yang didonorkan. (Foto: Wim de Rozari)

Pelaksana Unit Donor Darah PMI Kabupaten Ngada, Alfonsius Djou (tengah/duduk) bersama petugas lainnya sedang mengambil darah narapidana dan petugas Rutan Bajawa yang didonorkan. (Foto: Wim de Rozari)

Rutan Bajawa Sumbang 33 Kantong Darah

Bajawa, floreseditorial.com – Sebanyak 33 kantong darah berhasil disumbangkan narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bajawa, dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ngada, Rabu (5/8/2020). Kantong darah tersebut diserahkan ke Bank Darah RSUD Bajawa.

Sekretaris PMI Kabupaten Ngada, Donatus Meak kepada floreseditorial.com, mengatakan, 33 kantong darah berasal dari 33 orang narapidana yang melakukan donor darah. Dia merincinkan, 33 kantong darah yang berhasil dihimpun itu golongan darah A 13 kantong, golongan darah B 8 kantong dan golongan darah O 12 kantong. Hasil itu diperoleh setelah lima orang anggota PMI Bajawa terjun ke LP Rutan setempat, melakukan kegiatan tersebut.

Alfonsius Djou, Pelaksana Unit PMI Kabupaten Ngada, menyebutkan, 33 kantong darah yang disumbangkan napi LP Bajawa sangat membantu pemerintah daerah. Sebab, kebutuhan akan darah di RSUD Bajawa sangat tinggi. Bahkan setiap hari selalu ada pasien yang membutuhkan donor darah.

Alfons, menyebutkan, rata-rata setiap bulan membutuhkan 130 hingga 140 kantong darah. Ketika pandemi covid-19, terangnya, RSUD Bajawa mengalami kesulitan mendapatkan darah. Padahal sebelumnya mudah karena pelajar dalam wilayah Kota Bajawa menjadi pemasok darah untuk mencukupi kebutuhan RSUD Bajawa.

“Memang masih ada pendonor rutin yang datang donor darah, namun jumlahnya terbatas. Apalagi aturannya, seorang pendonor boleh donor lagi setelah tiga bulan,” katanya.

Tentang alur kegiatan donor darah hingga disimpan di Bank Darah RSUD Bajawa yakni, pendonor diperiksa terlebih dahulu tensi, HB, golongan darah dan menimbang berat badan. Mereka yang sehat jasmani dan rohani dan berusia 17-60 tahun, berat badan minimal 45 Kg, temperatur tubuh 36,6-37,5 derajat celcius dan tekanan darah baik yaitu, sistole 110-160 mmHg, diastole 70-100 mmHg, denyut nadi teratur berada sekitar 50-100 kali/menit dan memiliki hemoglobin (HB) minimal 12 gram untuk perempuan, sedangkan untuk laki-laki 12,5 gram.

Setelah memenuhi persyaratan itu, pendonor dapat mendonorkan darahnya antara 250-350 CC.

Pengalaman yang pernah dialami, calon pendonor mengidap penyakit hepatitis B atau C, mengidap sifilis juga pengalaman dua tahun lalu ada yang terinfeksi HIV/AIDS.

Untuk mereka yang diketahui mengidap HIV/AIDS, langsung koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemantauan terhadap pendonor yang diketahui mengidap HIV/AIDS.

Alfons, juga mengatakan, kelompok atau lembaga yang sering melakukan kegiatan donor darah adalah umat Gereja Ebenezer, Pimpinan dan Staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ngada. Namun selama pandemi covid-19, kegiatan tersebut belum dilakukan.

“Hanya Kodim 1625 Ngada, Polres Ngada dan Bank NTT yang dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun lembaganya yang donor darah,” katanya.

Plh Kepala Rutan Kelas II B Bajawa, Kondradus Remi, mengatakan pihaknya melakukan kegiatan donor darah secara rutin tiga bulan sekali. Kegiatan itu berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Ngada.

“Memang ada beberapa keluarga pasien yang datang ke Rutan dan minta bantuan donor darah. Kami sarankan ke PMI Kabupaten Ngada,” katanya. (wim).

Artikel ini telah dibaca 297 kali

Baca Lainnya
x