Cheap NFL Jerseys From China Cheap Jerseys Wholesale Jerseys

Kesehatan Manggarai Barat

Rabu, 29 Juli 2020 - 00:43 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Tim Surveillance KKP dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat sedang melakukan tracing terhadap penumpang Kapal Binaya di Pelabuhan Pilemon Labuan Bajo, Selasa (28/7/2020) malam. (Foto: Robert Perkasa)

Tim Surveillance KKP dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat sedang melakukan tracing terhadap penumpang Kapal Binaya di Pelabuhan Pilemon Labuan Bajo, Selasa (28/7/2020) malam. (Foto: Robert Perkasa)

Tim Surveillance Mabar ‘Amankan’ Satu Penumpang

Labuan Bajo, floreseditorial.com – WW, seorang penumpang Kapal Binaya, penyeberangan Makassar-Labuan Bajo ‘diamankan’ Tim Surveillance Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat, Selasa (28/7/2020) malam. WW, dibawa ke rumah karantina Pemkab Mabar untuk di-tracing lebih lanjut. Sebab, pelaku perjalanan asal Jayapura itu menggunakan dokumen palsu.

Pantauan floreseditorial.com, Kapal Binaya penyeberangan Makassar-Bima-Labuan Bajo bersandar di Dermaga Pilemon, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (28/7/2020) pukul 20.00 Wita. Kapal tersebut membawa 51 penumpang pelaku perjalanan menuju Kabupaten Manggarai Barat. Sebaliknya, kapal itu juga mengangkut 40 penumpang telah dinyatakan layak menuju Makassar.

Setelah tiba di Labuan Bajo, 51 orang penumpang tersebut menjalani screening dan tracing. Hasilnya, satu orang penumpang belum diizinkan melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya. Penumpang itu, WW (24), seorang pelaku perjalanan dari Jayapura yang hendak menuju kampung asalnya di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. WW, belum diizinkan pulang karena menggunakan dokumen yang tidak valid.

Menurut koordinator lapangan Tim Surveillance Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mabar, Hans Mboik, penumpang WW, mengantongi dokumen perjalanan berupa surat keterangan hasil rapid test dan fotokopi KTP. Namun, berkas tersebut atas nama orang lain. Karena itu, WW, langsung dibawa ke rumah karantina Pemkab Mabar untuk di-tracing lebih lanjut.

“Dia belum diizinkan pulang ke kampungnya karena menggunakan dokumen palsu. Di dalam surat keterangan rapid test dan fotokopi KTP tertera nama orang lain,” terang Hans Mboik kepada para wartawan di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo.

Hans, menjelaskan, hasil penelusuran Tim Surveillance Kantor Kesehatan Pelabuhan bersama Tim Surveillance Dinas Kesehatan Mabar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mabar, diketahui, penumpang WW (24), berasal dari Kecamatan Lembor. Penumpang tersebut menempuh perjalanan Jayapura-Makassar-Labuan Bajo.

Dikonfirmasi media ini di posko Tim Surveillance, pria tersebut mengakui, nama yang tertera dalam fotokopi KTP dengan surat keterangan hasil rapid test yang Dia bawa ke Labuan Bajo, bukan namanya. WW, mengaku, KTP-nya telah hilang saat kerja di Merauke.

WW, menceritakan, pergi ke Merauke tahun 2019 dan bekerja di pelabuhan container selama satu tahun dua bulan. Lantaran KTP-nya hilang, ketika mengurus surat keterangan rapid test, pihaknya pinjam KTP teman yang hendak pulang juga.

“Ini memang hasil rapid test saya, tapi nama orang lain. Setelah urus surat rapid test, saya langsung beli tiket pulang,” tuturnya. *(obe)

Artikel ini telah dibaca 1758 kali

Baca Lainnya
x