Manggarai Barat

Sabtu, 23 Mei 2020 - 18:23 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Foto: Ilustrasi (net)

Foto: Ilustrasi (net)

Bupati Mabar Imbau Warga Tidak Lakukan Pawai Takbir Jelang Idul Fitri

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula mengimbau warga agar tidak melakukan pawai takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Ia juga mengimbau warga tidak melaksanakan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H secara berjamaah di masjid atau di lapangan, tetapi di rumah saja.

Imbauan Bupati Dula tersebut sesuai Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Nomor 28 Tahun 2020 tanggal 20 Ramadhan 1441 H/13 Mei 2020 tentang panduan ķailfat takbir dan sholat Idul Fitri saat pandemi covid-19, dan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, Nomor 286/DPP/MUINTT/V/2020 tentang Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 H dalam situasi wabah covid-19.

Imbauan Bupati Mabar tersebut juga menyikapi situasi penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Mabar yang telah menunjukkan adanya peningkatan baik ODP, PDP maupun OTG.

Hingga saat ini, sebanyak 14 orang telah dinyatakan positif covid-19 hasil swab dari total 72 Sampel. Di mana terjadi peningkatan dari 2 orang pada bulan April menjadi 14 orang pada bulan Mei 2020.

Bupati Dula menyatakan, wilayah Mabar telah berada pada zona merah covid-19, secara keseluruhan tanpa kecuali.

Bupati Dula juga menyampaikan imbauan melalui surat No.Kesra.460/121/V/2020 yang mengimbau para camat se-Kabupaten Manggarai Barat. Melalui surat tesebut, Bupati Dula memerintahkan para kepala desa dan lurah agar tetap semangat bekerja, untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona di wilayah masing-masing, sesuai prosedur protokol penanganan covid-19. Serta melakukan pengawasan dan monitoring secara terus menerus, melakukan koordinasi dengan forum pimpinan kecamatan untuk menyebarluaskan imbauan kepada masyarakat umum.

Surat bersifat imbauan juga sebagai tindak lanjut atas surat imbauan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sebelumnya, yakni surat No.Pem.460/III/27.a/V/2020 tanggal 20 Mei 2020 ditujukan kepada para bupati atau walikota. Dalam surat imbauan tersebut, Gubernur NTT meminta perhatian bupati/walikota untuk mengimbau para tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat umum.

Surat Gubernur NTT menegaskan, pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang lazim dilaksanakan secara berjamaah baik di masjid atau di lapangan ditiadakan, tidak lakukan kegiatan takbiran keliling tetapi dilakukan di masjid/mushola dengan menggunakan pengeras suara.

Demikian pula silaturahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika Hari Raya Idul Fitri, bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference.

Imbauan Gubernur NTT merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor SE.6. Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah pandemi covid-19, dan mempertimbangkan berbagai upaya pencegahan penyebaran covid-19 di wilayah NTT yang terus meningkat.

*(Robert Perkasa)

Artikel ini telah dibaca 206 kali

Baca Lainnya
x