Manggarai Barat

Senin, 26 Agustus 2019 - 12:45 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi saat  konfrensi pers di depan aula Hotel Jayakarta, Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi saat konfrensi pers di depan aula Hotel Jayakarta, Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Ditanyai Perihal Relokasi Warga Pulau Komodo, Wagub NTT Minta Wartawan Cek Alkitab dan Al-Qur’an

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang diselenggarakan oleh Badan Pembangunan Nasional (BAPENAS) dilaksanakan di aula hotel Jayakarta Labuan Bajo pada Senin (26/8/2019).

RPMJN yang dihadiri oleh berbagai instansi pemerintahan pusat, pemerintah propinsi NTT, pemerintah propinsi NTB, beberapa bupati /wakil bupati, walikota yang ada di Proponsi NTT maupun Propinsi NTB. Hadir pula Kadin NTT, Kadin NTB serta beberapa organisasi masyarakat.

Diwaktu jeda RPJMN berlangsung, panitia mengadakan konfrensi pers di depan aula Hotel Jayakarta yang dihadiri oleh Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Arifin Rudiyanto, Deputi Bidang Ekonomi, Bambang Prijambodo, Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Gellwyn Jusuf, Deputi Bidang Pengembangan Regional, Rudy S Prawiradinata, Deputi Bidang Pendanaan dan Pembangunan, Leonard Tampubolon dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.

Dalam konfrensi pers tersebut, awak media menanyakan perihal kepastian warga komodo yang diwacanakan akan direlokasi. Lebih lanjut, awak media mengaitkan rencana relokasi warga komodo itu dengan asas HAM.

Namun, Wakil gubernur NTT Josef Nae Soi balik bertanya pada wartawan saat diwawancarai perihal wacana pemerintah provinsi NTT yang ngotot akan merelokasi warga pulau komodo.

Ia menugaskan Wartawan untuk melihat Alkitab Dan Al-Qur’an tentang kisah penciptaan.

“Tuhan Allah itu menciptakan Dunia itu, menciptakan alam dulu atau menciptakan manusia dulu, saya tanya anda, dalam Kitab kejadian dalam Injil dan dalam Al-Qur’an Tuhan Allah itu menciptakan Dunia menciptakan alam dulu atau menciptakan manusia dulu, saya tanya Anda,” kata Josef Nae Soi yang kelihatan sedikit kesal dengan pertanyaan wartawan floreseditorial.com.

“Alam Dulu,” jawab wartawan floreseditorial.com atas pertanyaan balik wakil Gubernur NTT itu.

“Nah…, ok. manusia kita akan perhatian, tetapi kalau kita tidak konservasi, berarti kita mangabaikan ciptaan Allah yang Maha kuasa,” katanya.

“Dan konservasi itu, kata Nae Soi, untuk dimanfaatkan oleh Manusia.

Menurutnya, konservasi dilakukan untuk menjaga kelestarian Komodo itu sendiri.

“Kalau konservasi tidak dilakukan, maka 50 sampai 100 tahun mendatang Komodo itu sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Oleh sebab itu, kata Yosef, semua pihak diharapkan untuk mempersiapkan wacana konservasi.

“Hal – hal yang ideal itu nanti dulu, omong yang realistis dulu sekarang,” kata Nae Soi.

Laporan : Edison Risal

Artikel ini telah dibaca 1111 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya