Manggarai Barat

Minggu, 13 Oktober 2019 - 21:48 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Kondisi jalan menuju desa Golo Kempo, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat (DX)

Kondisi jalan menuju desa Golo Kempo, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat (DX)

Infrastruktur Buruk, Masyarakat Golo Kempo Berharap Perhatian Pemkab Mabar

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Pemerintah Manggarai Barat diminta untuk memberikan perhatian yang lebih serius kepada beberapa desa di kecamatan Sanoggoang yang memiliki potensi wisata alam dan budaya.

Salah satu desa yang memiliki potensi wisata yang luar biasa adalah desa Golo Kempo, di kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat.

Abdul Malik, kepala desa golo kempo kepada wartawan menyampaikan bahwa di desanya terdapat beberapa potensi wisata.

Potensi wisata di desa Golo Kempo yang belum banyak diketahui publik seperti panjuran ajaib (wae rodak), bukit surga (Golo rambang), Gerabah (kerajinan tangan dri tanah liat), wisata rohani (Gua Maria), pengrajin topi re’a (topi khas manggarai) dan watu pari raut (batu lempengan besar ditepi jurang).

Menurutnya, potensi-potensi tersebut dapat dijadikan sebagai lokasi destinasi wisata baru.

Tetapi faktor penunjang lain yang membutuhkan sentuhan pemerintah, seperti infrastruktur jalan dari Jalur trans flores Bambor hingga ke lokasi desanya harus ditingkatkan.

“Potensi kita banyak, hanya saja infrastruktur bisa menjadi hambatan keinginan pengunjung untuk berwisata disini. Oleh karena itu saya berharap agar pemerintah manggarai barat memberikan perhatian khusus terhadap akses pembanguan infrastruktur di desa-desa yang memiliki potensi wisata yang salah satunya desa Golo Kempo ini”, tukasnya kepasa awak media pada sabtu (12/10/2019).

Jalan menuju desa Golo Kempo ini memang terbilang “berat” karena pengunjung harus melewati jalan terjal yang berlapen (Lapisan Pengeras) rusak.

Sementara kehidupan sosial masyarakat desa tersebut sangat kondusif meskipun penduduknya berbeda keyakinan ; Katolik dan Islam adalah dua keyakinan yang disatukan secara sosial dan budaya.

Sedangkan secara Geografis, desa tersebut berada di bagian kanan jalur trans flores jika dari arah Labuan Bajo dan jarak tempuhnya sekitar 40 hingga 50 kilo meter dari Labuan Bajo atau sekitar 90 hingga 120 menit jika mengendarai kendaraam roda dua. (DX)

Artikel ini telah dibaca 250 kali

Baca Lainnya
x