Manggarai Barat

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:48 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Petugas BLUD SPAM Manggarai Timur kembali memperbaiki jaringan pipa yang dirusak orang tak bertanggungjawab (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Petugas BLUD SPAM Manggarai Timur kembali memperbaiki jaringan pipa yang dirusak orang tak bertanggungjawab (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Jaringan Sering Dirusak, BLUD SPAM Matim Pertimbangkan Pendekatan Penegakan Hukum

Floreseditorial.com -Jaringan pipa induk saluran air bersih milik badan layanan umum daerah sistem penyediaan air minum Manggarai Timur (BLUD SPAM Matim) dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab.

Tindakan tidak terpuji ini menyebabkan debit air untuk kebutuhan masyarakat menjadi berkurang. Alfian Fernando, petugas yang menangani jaringan pipa air saluran induk mengaku prihatin dengan tindakan oknum yang merugikan banyak orang tersebut.

“Saya sangat menyayangkan sikap oknum yang sengaja memotong jaringan pipa air ini. Ada beberapa titik yang kami temui. Beberapa hari lalu di daerah Kampung Pinis Kecamatan Rana Mese, lalu saat ini di seputaran Lehong-Paka Kecamatan Borong. Di lokasi ini(Lehong) ada orang potong pipa, bahkan berualangkali, ini kesekian kali kami datang perbaiki. Saya sangat prihatin dengan cara seperti ini, jadinya warga Borong dan sekitarnya menjadi kekurangan air,” ucap Fian.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum BLUD SPAM Manggarai Timur, Fransiskus Y.Aga, mengatakan bahwa hampir tiap hari pada lokasi yang sama terjadi pengrusakan oleh oknum tidak dikenal.

“Sebagai petugas pelayanan air minum bersih, kami berharap jika ada kekurangan dalam pelayanan kami agar di sampaikan ke kantor. Akan lebih bagus, karena dengan merusak jaringan perpipaan yang tidak memiliki kesalahan adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji. Pendekatan dan pengawasan sudah dilakukan namun mungkin saja ada yang masih kurang dari hal ini. Penduduk di daerah kerusakan sudah memiliki water meter dan proaktif, jadi kecil kemungkinan mereka yang berdomisili di situ yang melakukan pengrusakan,” kata Fransiskus.

Menurutnya, hal ini terlihat dari volume penggunaan air pada water meter di lingkungan tersebut yang cenderung meningkat.

“Mungkin ke depan kita akan menggunakan pendekatan dengan pola penegakan hukum. Akan tetapi ada hal yang perlu dipertimbangkan karena saat ini kita berada pada musim puncak kemarau dan tidak semua wilayah terlayani jaringan air minum bersih. Jadi harapan kita, apabila ada sesama kita yang belum terlayani agar menggunakan bersama water meter di rumah warga sekitar atau terdekat yang sudah terpasang. Karena jalur jaringan kita ini melayani dri Lehong, Peot sampai Golo Lada. Selanjutnya pada hari Senin, Rabu dan Jumat harus melayani warga Kampung Sola – Kisol. Dengan debit produksi yang ada sekarang saja kita sudah kelabakan apalgi ditambah dengan kehilangan air akibat kerusakan. Pengguna air bersih lagi-lagi yng menjadi korban. Mari kita menjaga bersama sehingga semua kita bisa menikmati pembangunan yang sama,” ucap Fransiskus.

Laporan : Yopie Moon

Artikel ini telah dibaca 347 kali

Baca Lainnya
x