Manggarai Barat

Minggu, 12 Januari 2020 - 20:28 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Korban tersengat arus Listrik (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Korban tersengat arus Listrik (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Kabel PLN Kendur, Dua Petugas Kesehatan Nangalili Tersengat Listrik

Floreseditorial.com, Labuan Bajo –
Peristiwa naas menimpa dua orang tenaga medis puskesmas Nangalili, Kecamatan Lembor selatan, Kabupaten Manggarai Barat pada Kamis (9/1/2020).

Hans Jeragan, sahabat korban menuturkan kronologis peristiwa yang menimpa kedua rekanya.

Menurutnya, peristiwa itu bermula ketika tali bendera terputus. Melihat kondisi tersebut, salah satu korban, Bene Jonta berinisiatif mencabut tiang bendera. “Pagi itu kami melanjutkan apel pagi tanpa bendera”, kata Hans.

Hans melanjutkan, seusai apel pagi, kedua korban, Bene Jonta dan Rinto berniat kembali memasangkan tiang bendera tersebut. Disaat bersamaan, tiba-tiba Rinto jatuh terlentang di got dan Bene Jonta terlentang di gerbang pintu masuk puskesmas. Keduanya dalam kondisi tidak menyadarkan diri.

Menurut mereka, keduanya terjatuh karena sengatan arus listrik. “Tiang bendera menyentuh kabel PLN yang posisinya memang agak rendah”, terang Hans.

Menanggapi informasi ini, pihak PLN menjelaskan bahwa peristiwa yang menimpa kedua korban merupakan kecelakaan umum yang tidak dipertanggungjawabkan oleh PLN.

“Kalau untuk kasus diatas kami harapkan tidak terjadi lagi kasus serupa, kami berulang kali menyampaikan himbauan bagi masyarakat agar dalam aktivitasnya tidak dilakukan dibawah dan dekat dengan jaringan listrik Tegangan Menengah PLN. Apabila terpaksa ada kegiatan tersebut harap menghubungi PLN terdekat, misalnya, penebangan Pohon besar dekat jaringan, dan lainya, sehingga bila diperlukan harus padam sementara dan berkordinasi dengan petugas sehingga tidak membahayakan”, jelas manager ULP Labuan Bajo , I Gede Ambara Natha kepada floreseditorial.com, Minggu (12/1/2020).

Sementara itu, Jefri, saudara dari salah satu korban yakni Rinto berharap agar pihak PLN bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa saudaranya.
“Inikan korban kabel PLN yang kendur sehingga mengenai tiang bendera dan mengorbankan saudara saya Rinto”, paparnya saat dijumpai di rumah sakit siloam pada minggu malam (12/1/2020).

Sedangkan dari kedua korban, Rinto yang mengalami luka paling parah. Pantauan media ini, terdapat luka dibagian leher, kedua tangan dan kedua kaki yang membuat korban terus berbaring lemah dengan menggunakan oksigen alat bantu pernapasan.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 349 kali

Baca Lainnya
x