Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Manggarai Barat

Sabtu, 1 Agustus 2020 - 11:44 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Pelabuhan Labuan Bajo. (Foto: Robert Perkasa)

Pelabuhan Labuan Bajo. (Foto: Robert Perkasa)

Kapal Wisata Asal Bali “Pasok” Enam Pasien Positif Covid-19

Labuan Bajo, floreseditorial.com – Berdasarkan hasil pemeriksaan real time PCR Laboratorium RS Siloam Labuan Bajo, Kamis (30/7/2020), ditemukan enam orang pasien baru terkonfirmasi positif covid-19. Keenam pasien itu yakni, FLN (23) perempuan, FL (25) perempuan, IGNS (46) laki-laki, H (38) laki-laki, YS (27) laki-laki dan M (24) laki-laki. Mereka kru Kapal Wisata Prana asal Bali yang beroperasi di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Demi mencegah penyebarannya, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat evakuasi mereka untuk jalani karantina di RSU Komodo, hari ini, Sabtu (1/8/2020).

Hasil penelusuran, floreseditorial.com mengetahui, keenam pasien baru positif itu merupakan kru kapal wisata dari Bali, yakni Kapal Prana yang beroperasi di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Yohanes Johan, A.Md,Kep, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi media ini via WhatsApp, Sabtu (1/8/2020) pagi.

“Kapal ini masih sandar di Pelabuhan Labuan Bajo. Hari ini, Sabtu (1/8/2020), mereka segera diisolasi di rumah karantina Pemkab Mabar,” ujar Yohanes.

Yohanes, merinci, enam pasien baru positif covid-19 itu yakni pasien inisial FLN (23) perempuan, FL (25) perempuan, IGNS (46) laki-laki, H (38) laki-laki, YS (27) laki-laki dan M (24) laki-laki.

RS Siloam harus bertanggung jawab

Menyusul penambahan enam kasus baru tersebut, Yohanes Johan, menegaskan beberapa hal penting kepada pihak manajemen RS Siloam Labuan Bajo.

Pertama, Dinas Kesehatan Mabar sampai hari ini belum mendapat pemberitahuan resmi dari manajemen RS Siloam Labuan Bajo terkait pengambilan sampel swab mandiri terhadap enam pasien tersebut.

“Saya selaku Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Mabar sangat gerah terkait manajemen RS Siloam. Apapun resiko yang muncul, baik dari aspek harga swab mandiri maupun hambatan-hambatan yang berkaitan dengan swab mandiri, menjadi tanggung jawab RS Siloam,” tegas Yohanes Johan sangat kesal.

Kedua, ketika RS Siloam menyiapkan swab mandiri, harus menyiapkan proses follow up terkait kasus tersebut.

“RS Siloam harus menyiapkan kamar isolasi yang layak di RS Siloam,” tegas Yohanes.

Ketiga, Dinas Kesehatan Mabar merekomendasikan semua kapal wisata asal Bali dihentikan beroperasi di Labuan Bajo.

“Untuk sementara, kami imbau agar kapal wisata asal Bali yang berlayar di perairan Labuan Bajo, dihentikan beroprasi. Semua kru kapal harus menjalani pengambilan swab,” kata Yohanes. *(obe)

Artikel ini telah dibaca 870 kali

Baca Lainnya
x