Manggarai Barat

Kamis, 31 Oktober 2019 - 16:06 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Marsel Jeramun (Ist)

Marsel Jeramun (Ist)

Marsel Jeramun Ragukan Independensi AWSTAR, Melkiades: Dewan Macam Apa itu?

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Polemik seputar kehadiran jasa transportasi online GRAB di Labuan Bajo terus berlanjut.

Setelah AWSTAR melakukan rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dinas perhubungan dan anggota DPRD Manggarai Barat pada Selasa (29/10/2019), kini muncul persoalan baru mengenai AWSTAR yang disebut – sebut tidak independen dalam memperjuangkan kepentingan para driver lokal.

Adalah Marsel Jeramun, salah satu anggota DPRD kabupaten Manggarai Barat yang menilai bahwa AWSTAR sedang ditunggangi oleh kepentingan politik.

Kata Jeramun, hal ini karena dirinya melihat ada nama salah satu bakal calon bupati Manggarai Barat yang masuk dalam komposisi struktural AWSTAR.

Menanggapi hal ini, salah satu anggota Asosiasi Wisata Angkutan Darat (AWSTAR), Melkiades, kepada floreseditorial.com mengungkapkan bahwa pernyataan wakil ketua DPRD Manggarai Barat Marsel Jeramun yang menyebutkan perjuangan AWSTAR ditunggangi oleh kepentingan politik adalah pernyataan yang terlalu dangkal.

“Itu pernyataan yang dangkal,” kata Melkiades.

Karena itu, dirinya menuntut agar wakil ketua DPRD Manggarai Barat tersebut segera memberikan penjelasan lanjutan terkait pernyataanya yang dinilainya telah melukai hatinya sebagai anggota AWSTAR.

“Pernyataan dari wakil ketua DPRD, Marsel Jeramun, terhadap perjuangan AWSTAR, sebetulnya terlalu dangkal dan dini. Selain itu, dia (Marsel Jeramun,red) sepertinya tidak paham substansi penolakan yang mana kami meyampai karena kami menilai ada potensi monopoli bisnis, tapi kok malah dikaitkan ke rana politik. Dewan macam apa seperti itu”, tulis kata Melkiades, Rabu (30/10).

Sebagai wakil rakyat yang dipilih dan digaji oleh rakyat, lanjut Melkiades, seharusnya mereka berpihak pada masyarakat kecil dan pengusaha lokal.

Keterlibatan saudara Rafael Todo wela yang kebetulan adalah salah satu calon Bupati Manggarai Barat, kata Melkiades, sebetulnya terjadi karena keprihatinannya dan juga keinginannya untuk ikut berpartisipasi terhadap perkembangan usaha parawisata, khususnya pula angkutan wisata darat.

“Tanggapan dari kraeng Marsel selaku anggota DPR bahwa organisasi ini ditunggangi oleh kepentingan politik mungkin karena mereka melihat ada nama Pak Rafael pada lembaran terakhir sebagai inisiator atau penggagas organisasi tetapi disaat yang sama kita membatah tundingan itu. Karena itu, saya tegaskan, kalau pun saudara Rafael menjadi bakal calon Pilkada itu adalah hak beliau sebagai warga negara dan itu dijamin oleh Konstitusi dan undang-undang”, jelas Melkiades.

Ia menjelaskan bahwa perjuangan AWSTAR tidak dibangun atas dasar kepentingan Politik, melainkan nasib dan keluarga kami sebagai Driver pariwisata.

“Karena itu, mari kita tetap tegar dan bergandeng tangan maju tak gentar menuntut keadilan”, tutup Melkiades.

Ia juga mendesak agar Marsel Jeramun menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada AWSTAR di media.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan oleh Floreseditorial.com pada Selasa (29/10), wakil ketua DPRD Manggarai Barat, Marsel Jeramun menuding bahwa pergerakan AWSTAR ditunggangi oleh kepentingan politik menuju pilkada 2020 mendatang.

Karena itu, dirinya meragukan perjuangan dari Asosiasi Wisata Angkutan Darat (AWSTAR) tersebut.

“Saya meragukan perjuangan dari Asosiasi Wisata Angkutan Darat (AWSTAR) karena saya melihat ada nama bakal calon bupati Manggarai Barat yang masuk dalam struktural AWSTAR”, jelasnya.

Laporan : Ical Detrex

Artikel ini telah dibaca 1645 kali

Baca Lainnya
x