Manggarai Barat

Selasa, 29 Oktober 2019 - 18:23 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Sejumlah anggota AWSTAR melakukan aksi di kantor DPRD kabupaten Manggarai Barat. Aksi ini adalah penolakan atas hadirnya transportasi online GRAB di Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Ical Detrex)

Sejumlah anggota AWSTAR melakukan aksi di kantor DPRD kabupaten Manggarai Barat. Aksi ini adalah penolakan atas hadirnya transportasi online GRAB di Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Ical Detrex)

Marsel Jeramun Ragukan Independensi AWSTAR

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Aksi penolakan terhadap jasa transportasi online GRAB di Labuan Bajo memasuki babak baru.

Aksi penolakan tersebut dilakukan pada Selasa (29/10/2019). Para perwakilan asosiasi wisata angkutan darat (AWSTAR) mendatangi kantor DPRD kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama dinas perhubungan dan anggota DPRD kabupaten Manggarai Barat.

Dikesempatan tersebut, perwakilan AWSTAR menyampaikan beberapa point tuntutan dan desakan kepada DRPD MABAR.

Mereka memaparkan sejumlah point penolakan dan tuntutan kepada para wakil rakyat di kabupaten Manggarai Barat itu.

“Dalam kesempatan ini, kami memaparkan point penolakan dan tuntutan kepada DPRD yang terhormat, penolakan ini disampaikan melalui asosiasi AWSTAR yang juga memiliki anggaran dasar rumah tangga keorganisasian”, papar Ito Belo, ketua AWSTAR pada selasa (29/10/2019) di ruangan paripurna DPRD Mabar sembari menyampaikan sejumlah poin penolakan atas hadirnya GRAB di Labuan Bajo.

Selesai pemaparan poin penolakan dan poin tuntutan, sejumlah anggota dewanpun menyampaikan pandangannya di sidang RDP yang dipimpin oleh ketua DPRD MABAR, Edistasius Endi.

Yosep Suhardi, anggota dewan partai Gerindra berpendapat bahwa kehadiran transportasi online memang mengancam keberadaan pelaku usaha transportasi lokal.

“Namun demikian tentu kita tidak mampu melawan arus perkembangan tekhnologi. Oleh karena itu pemerintah perlu memikirkan hal teknis dan regulasi untuk mengatur agar tidak terjadi konflik”,tegasnya.

Sementara wakil pimpinan sidang DPRD kabupaten Manggarai Barat Marselinus Jeramun mengungkapkan keraguannya atas independensi perjuangan AWSTAR.

Kader PAN tersebut menuding bahwa pergerakan AWSTAR ditunggangi oleh kepentingan politik menuju pilkada 2020 mendatang.

“Saya meragukan indenpendensi perjuangan AWSTAR, karena saya melihat ada nama bakal calon bupati Manggarai Barat yang masuk dalam struktural AWSTAR,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Melkiades, anggota AWSTAR menilai pandangan Marsel Jeramun sangat politis dan tidak etis dalam menilai perjuangan AWSTAR.

“Dia telah menciderai perjuangan AWSTAR dengan menuding tidak independensinya perjuangan kami. Padahal, sesungguhnya perjuangan ini murni lahir dari sebuah keresahan atas nasib kami sebagai pengusajan jasa angkutan,”ungkapnya.

Laporan : Ical Detrex

Artikel ini telah dibaca 182 kali

Baca Lainnya
x