Headline Manggarai Barat

Sabtu, 30 Mei 2020 - 16:12 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, Iptu Ridwan, S.H sedang diwawancarai para wartawan di TKP, Jumat (29/5/2020) malam. (Foto: Alfonsius Andi)

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, Iptu Ridwan, S.H sedang diwawancarai para wartawan di TKP, Jumat (29/5/2020) malam. (Foto: Alfonsius Andi)

Nasib Malang Pekerja Bukit Cinta Labuan Bajo (1)

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Mayat seorang pria ditemukan membusuk di dalam kamar rumah kontrakan. Rumah kontrakan itu terletak di tepi jalan kawasan padang SMIP ke arah Wae Sambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo – Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Dugaan sementara aparat kepolisian, korban meninggal karena penyakit jantung yang diderita DS. Sebab, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hari ini, Sabtu (30/5/2020) pukul 11.00 WITA, jenazah DS telah dikuburkan sesuai protokol covid-19, di lokasi pekuburan milik Pemkab Mabar di Menjerite, arah utara Kota Labuan Bajo.

Jumat (29/5/2020) pukul 19.00 WITA, ruas jalan SMIP menuju Wae Sambi lumpuh total. Ruas jalan depan rumah kontrakan itu dibatasi dengan garis police line. Sebuah lampu sorot menyala terang ke arah kamar depan, tempat mayat DS ditemukan.

Sejumlah aparat kepolisian dan tim gugus tugas covid-19, Kadis Kesehatan, Paulus Mami, SKM dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Mabar, Yohanes Johan, A.Md.Kep tampak siaga di sekitar TKP. Demikian juga aparat TNI dan intel Kodim 1612 Manggarai unit Labuan Bajo tampak siaga di situ.

Sementara itu, ratusan warga setempat berbondong-bondong ke TKP menyaksikan kejadian tersebut. Ratusan warga baru meninggalkan TKP setelah polisi mengimbau agar segera tinggalkan lokasi itu.

Kepada para wartawan di TKP, Jumat (29/5/2020) malam, Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, Iptu Ridwan, S.H menyebutkan, setelah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) identitas korban berhasil diidentifikasi. Korban DS, jenis kelamin laki-laki, tempat tanggal lahir, Ciamis 19 Maret 1984.

Aparat kepolisian, jelas Iptu Ridwan, dalam kamar kos korban, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga milik korban seperti telepon seluler, laptop dan kipas angin. Pada teras kamar kos, polisi menemukan satu unit sepeda motor Mio M3 plat EB 6461 GC warna hitam silver. Barang bukti tersebut sedang parkir.

Berdasarkan penyelidikan awal hasil pengumpulan bahan dan keterangan di TKP serta komunikasi keluarga korban dengan kepolisian setempat menyebutkan, tidak ada indikasi tindak kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga, korban meninggal akibat penyakit jantung. Polisi perkirakan korban meninggal sekitar dua hari sebelum mayatnya ditemukan.

“Yang kami temukan di dalam tadi, HP masih hidup, kipas angin, laptop ada. Indikasi sementara bukan karena tindak pidana. Ini mungkin murni karena sakit. Kita masih menunggu tim covid. Kita sudah koordinasi dengan tim covid. Tim covid lah yang menentukan seperti apa. Karena mereka datang lengkap, ada tim dokternya. Hasil komunikasi kita dengan adiknya, menyebutkan korban punya riwayat jantung. Sering mengkonsumsi obat penahan nyeri. Mereka mengikuti prosedur kita di sini”, kata Iptu Ridwan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Mami, SKM di TKP mengatakan, meskipun DS belum berstatus apapun, sesuai prosedur protokol covid-19, penanganan jenazahnya mengikuti prosedur protokol covid-19 Pemkab Mabar.

Sekira Pukul 23.40 WITA, tim gugus dan aparat kepolisian melakukan pemulasaran jenazah. Setelah itu peti jenazah dievakuasi ke ruangan jenazah RSUD Komodo untuk disemayamkan sementara, sesuai pedoman protokol covid-19 Kabupaten Mabar.

Sabtu (30/5/2020) pukul 14.20 WITA, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Yohanes Johan, A.Md.Kep menjelaskan, gugus tugas covid Mabar telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan pihak kepolisian Polres Mabar terkait penguburan jenazah korban.

“Keluarga korban sudah setuju dikuburkan berdasarkan Keputusan Pemkab Mabar. Tadi sudah dikuburkan. Prosesi penguburan jenazah dilakukan pukul 11.00 WITA. Jenazah dikuburkan di Menjerite sesuai protokol covid pemerintah”, ujar Yohanes Johan.

*(Robert Perkasa)

Artikel ini telah dibaca 3044 kali

Baca Lainnya
x