Bisnis Manggarai Barat

Rabu, 4 September 2019 - 10:34 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Pemda Manggarai Barat bekerjasama dengan KPP Pratama Ruteng pada hari Selasa, 3 September 2019 menyelenggarakan acara Sosialiasi Pajak Perhotelan (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Pemda Manggarai Barat bekerjasama dengan KPP Pratama Ruteng pada hari Selasa, 3 September 2019 menyelenggarakan acara Sosialiasi Pajak Perhotelan (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Pemda Mabar dan KPP Pratama Ruteng Ajak Pengusaha Hotel Dan Restoran di Labuan Bajo Sadar Pajak

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Beberapa waktu lalu di sela-sela kunjungan kerjanya di Manggarai Barat, Presiden Joko Widodo menyatakan akan menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas berskala premium. Untuk menunjang hal tersebut, Pemerintah Pusat dan Pemda Manggarai Barat melakukan berbagai pembenahan terkait 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) melalui peningkatan status bandara Komodo menjadi bandara Internasional, penataan wisata alam Taman Nasional Komodo, dan beberapa pembangunan spot wisata di kawasan Manggarai Barat.

Rencana penetapan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata prioritas ini menandakan bahwa terdapat potensi ekonomi yang sangat besar yang ada di Manggarai Barat khususnya di Labuan Bajo.

Berangkat dari fakta tersebut, Pemda Manggarai Barat bekerjasama dengan KPP Pratama Ruteng pada hari Selasa, 3 September 2019 menyelenggarakan acara Sosialiasi Pajak Perhotelan.

Sosialisai yang digelar di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat itu mengingat laju pertumbuhan hotel dan restoran di Labuan Bajo semakin meningkat. Baik Pemda Mabar maupun KPP Pratama Ruteng menyadari bahwa meningkatkan pendapatan dari pariwisata, khususnya hotel dan restoran sangat mendesak dalam rangka meningkatkan pendapatan, baik untuk pusat maupun Pemda Mabar.

“Sinergi antar Pemda dengan KPP itu kata kunci yang baik untuk menggali potensi pajak, baik pajak pusat maupun pajak daerah. Kami merasa potensi pajak cukup besar di bidang pariwisata di Manggarai Barat karena, memang ini menjadi andalan Indonesia,” kata Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ruteng, Mariot Sihaan kepada awak media.

“Kami berharap, dengan kegiatan ini, Bea Meterai meningkat, pajak penghasilan (PPh) meningkat, dan pajak pertambahan nilai (PPN) pun bisa meingkat dengan  catatan, PPN dan pajak daerah tidak boleh saling bersinggungan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Mabar, Salvador Pinto mengatakan, meningkatkan pajak daerah sangat penting. Pasalnya, hingga saat ini, ketergantungan pihak Mabar terhadap ABPN masih sangat tinggi.

“Kami menggandeng pajak KKP Ruteng maupun KP2KP Labuan Bajo dengan tujuan utama menyadarkan wajib pajak supaya tau hak dan kewajibannya,” kata Pinto.

Manager Acounting Hotel Ayana Labuan Bajo, Putu Eka berharap, baik KPP Ruteng dan KP2KP Labuan Bajo serta pihak Pemda Mabar agar selalu bersinergi dengan pelaku pariwisata di kota itu sehingga, pelaku wisata, selain berhak mendapatkan infrastruktur dasar untuk menunjang usaha, juga menyadari kewajiban membayar pajak.

“Kami berharap, sinergi ini tetap berlanjut. Himbauan serta update informasi pajak informasi pajak lainnya yang berkaitan dengan industri pariwisata, mampu meningkatkan sinergi kami dengan pemerintah daerah”.

“Kami berharap, ada pemahaman yang sama dari pemerintah daerah, pemerintah pusat dan juga pengusaha akan pemungutan pajak secara benar, tepat arah dan sesuai undang-undang yang berlaku,” tutup Mariot.

Untuk diketahui, sosialisai yang digelar di Aula Kantor Bupati Mabar itu dihadiri oleh sekitar puluhan pelaku hotel dan restoran yang beroperasi di Labuan Bajo.

Laporan : Edison Risal

Artikel ini telah dibaca 133 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya