Manggarai Barat Wisata

Senin, 2 Maret 2020 - 08:35 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Pentas Tarian yang dipertontonkan oleh Kopdarwis Desa Wae Lolos (Foto: TeamYPF/Edy Risal)

Pentas Tarian yang dipertontonkan oleh Kopdarwis Desa Wae Lolos (Foto: TeamYPF/Edy Risal)

Sambut Desa Wisata, Desa Wae Lolos Mulai Menata Aset Hingga Bentuk BOP-Des

Floreseditorial.com, Labuan Bajo –
Pasca ditetapkan menjadi desa wisata melalu SK Perubahan desa wisata Bupati kabupaten Manggarai Barat, Desa Wae Lolos terus melakukan pembenahan dan pengembangan.

Pada Minggu (1/3/2020), pemerintah desa bersama masyarakat menggelar rapat pembahasan aset wisata. Selain membahas aset wisata, pemerintah desa juga membentuk kelompok
sadar wisata.

Kepala desa, Gervanus Toni, kepada floreseditorial.com mengatakan bahwa desanya benar-benar ingin menjadi desa wisata yang siap bekerjasama dengan berbagai pihak.

“Kami serius mengembangkan potensi yang ada di desa ini. Hari ini kami membahas sejumlah potensi wisata yang ada. Baik wisata alam maupun wisata budaya yang tentu akan dikemas dalam satu kesatuan paket wisata,” jelasnya.

Toni mengaku bahwa keterlibatan masyarakat desa menjadi target utama pengembangan wisata yang ada di desanya.

“Jujur saja, saya mau dan sangat berharap masyarakat terlibat aktif menyambut desa wisata ini. Itulah sebabnya pemerintah desa membentuk beberapa kelompok masyarakat sadar wisata agar masyarakat di desa ini kecipratan keuntungan dari pariwisata itu sendiri,” tambahnya.

Salah satu ketua kopdarwis, Albertus Obat menuturkan jika kelompoknya yang terdiri dari dua puluh orang anggota itu telah mulai mengasah beberapa keterampilan.

“Kami terus berlatih dan berbenah dengan beberapa keterampilan yang kami miliki. Kami mau memberikan pelayanan yang baik kepada para pengunjung,” tuturnya.

Dia juga berharap agar pemerintah desa kedepanya mampu mengahadirkan beberapa tutor untuk membimbing mereka dalam mengembangkan keterampilan yang dimiliki.

“Masih ada kekurangan yang belum sama sekali mulai dibimbing yakni soal kemampuan berbahasa inggris. Semoga ini juga dapat diprogramkan oleh pemerintah desa”, katanya.

Hal menarik yang terungkap dalam rapat tersebut ialah, adanya usulan dari sejumlah masyarakat agar dibentuknya beberapa badan usaha pariwisata yaitu Badan usaha milik desa (BumDes) dan Badan Otoritas Pariwisata Desa (BOP-Des).

Menurut Robertus, dengan dihadirnya usaha milik desa seperti Bumdes dan BOP-Des maka jelas pengelolaan wisata menjadi tanggung jawab kedua badan usaha milik desa tersebut.

“Tujuan pembentukan badan usaha ini agar tidak ada intervensi berlebihan dari pihak luar. Selain itu, agar managementnya lebih baik dan terarah”, tutupnya.

Usai menggelar rapat pembahasan aset, sejumlah kopdarwis melakukan beberap atraksi budaya.

Untuk diketahui, potensi utama di desa Wae Lolos adalah Cunca Lolos dan gua Endemic Elang Flores yang tidak dimiliki di daerah lain di Flores.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 1412 kali

Baca Lainnya
x