Manggarai Barat

Rabu, 12 Februari 2020 - 07:44 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Komodo (Ist)

Komodo (Ist)

Sejumlah Pihak Khawatir Dengan Rencana Investasi Dalam Kawasan TNK

Floreseditorial.com, Ruteng – Rencana pemerintah pusat untuk melakukan penataan dan investasi di pulau komodo dan pulau rinca menuai penolakan dari sejumlah pihak.

Dalam rapat terbatas komisi V DPRD NTT bersama pegiat pariwista di Labuan Bajo pada Selasa (11/2/2020), mereka menyampaikan sejumlah protes atas rencana tersebut.

Salahseorang pegiat pariwista, Marta Muslin kepada floreseditorial.com menyampaikan dengan tegas menolak investasi di lahan konservasi karena telah memperkecil ruang gerak nelayan di dalam kawasan.

“Ruang gerak nelayan diperkecil malah masuk investasi. Buruknya lagi, tidak ada tahapan mengmbil ide, sosialisasi dari bawah tetapi lansung intervensi dari atas”, terang Marta.

Menurut Marta, sebaiknya lahan konservasi tetap berjalan dengan baik dan tidak boleh dirusak.

“Kami sudah ketemu kepala BTNK dan hearing BOP tetapi tidak ada jawaban yang jelas sehingga akan kami lakukan perlawanan”, tambahnya.

Senada dengan Marta, Alo Lodi, Wakil ketua DPRD NTT juga berharap agar niat pemerintah berinvestasi di lahan koservasi harus dibatalkan.

“Ini perlu sebuah kordinasi yang baik antara masyarakat, pemerintah daerah dan pengambil kebijakan agar tidak tumpang tindih dan masyarakat yang dirugikan”.

“Prinsipnya, untuk wisata premium kita mendorong dan siap bekerjasama tetapi kita tidak berkehendak yang merugikan masyarakat”, tambah Alo Lodi.

Demikian Yohanes Rumat sekretaris Komisi V DPRD NTT menyampaikan bahwa pengembangan pariwista tidak harus merusak alam.

“Kalau sentuh wilayah pulau, apapun alasanya kita menolak karena itu telah merusak alam”, tutup Hans Rumat.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 515 kali

Baca Lainnya
x