Manggarai Barat

Selasa, 10 September 2019 - 07:45 WIB

6 hari yang lalu

logo

Yohanes Silvester, asisten salah satu hotel di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat saat memegang print out bukti transfer yang diduga palsu yang dikirimkan oleh pemesan kamar hotel (Foto: TeamYPF/Jivansi Helmut)

Yohanes Silvester, asisten salah satu hotel di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat saat memegang print out bukti transfer yang diduga palsu yang dikirimkan oleh pemesan kamar hotel (Foto: TeamYPF/Jivansi Helmut)

Transaksi Palsu Bidik Pengusaha Hotel Labuan Bajo

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Selain Skimming, Salah satu modus kejahatan baru yang terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat saat ini adalah modus penipuan dalam bertransaksi.

Modusnya adalah, para pelaku diduga dengan sengaja memalsukan slip ATM atau bukti transfer.

Jenis kejahatan ini umumnya membidik dunia usaha perhotelan sebagai korbannya.

Hal tersebut dilakukan oleh Pelaku kejahatan dengan cara memesan sejumlah kamar hotel dan berpura – pura membayarnya melalui rekening bank.

Yohanes Silvester, asisten salah satu hotel di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat pada Sabtu (07/09) kepada media ini menuturkan bahwa beberapa hari lalu hotel yang ia kelolah hampir saja kecolongan karena modus penipuan yang dilakukan oleh seorang pelanggan hotel yang mengaku bernama Tarmiji.

“Orang tersebut mengaku bernama Tarmiji. Dia memesan sejumlah kamar hotel di akhir bulan Agustus Via whatsapp untuk tanggal 16 September mendatang dan juga meminta nomor rekening hotel untuk mentransfer sejumlah uang untuk pembayaran kamarnya”, kata Yohanes Silvester.

Sebagai buktinya, beber Silvester Menjelaskan, dia mengirimkan bukti transferannya ke pihak management hotel sebanyak tiga buah dengan jumlah keseluhuruhan uangnya yakni Rp 12.200.000.

Namun, masih kata Yohanes Silvester, pada tanggal 5 September kemarin tamunya meminta untuk mengembalikan uang yang telah ditransfernya dengan alasan bahwa mereka sedang mengalami musibah kecelakaan sehingga pesanan kamarnya pun dibatalkan.

Kecurigaan kita pun muncul, lanjut Yohanes Silvester, ketika korban terus mendesak kita untuk sesegera mungkin mengembalikan uangnya dengan alasan untuk biaya rumah sakit. Karena itu kita meminta pemilik hotel kita untuk mengecek dan mengembalikan uang yang telah ditransferkan tersebut.

“Tetapi ketika dicek oleh pemilik hotel kita, uangnya ternyata belum masuk sama sekali. Dari situlah kita mulai mengecek satu per satu bukti transferan yang telah dia kirimkan ke kita dan menimbulkan sejumlah kejanggalan yang ada, baik itu soal potongan kertas atau slip transfer sebanyak tiga buah maupun juga soal nomor seri yang terdapat pada slip transferan tersebut”, kata Yohanes Silvester.

Mengakhiri pembicaraannya, Yohanes Silvester berharap agar pelaku penipuan yang hingga kini masih merajalela dan menyerang dunia usaha di Labuan bajo bisa terungkap.

“Saya tentunya berharap agar pelaku penipuan yang saat ini masih merajalela ini bisa segera terungkap dan juga berpesan kepada pengusaha hotel lainnya di Labuan Bajo agar tetap waspada dengan penipuan modus baru ini,” tutup Yohanes Silvester.

Laporan : Jivansi Helmut

Artikel ini telah dibaca 2508 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya