Manggarai Barat

Rabu, 18 Desember 2019 - 11:48 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Informasi yang dihimpun media, Disinilah Salahsatu wilayah alternatif dermaga niaga di wilayah Wae Kelambu (Foto: TeamYPF/IDE)

Informasi yang dihimpun media, Disinilah Salahsatu wilayah alternatif dermaga niaga di wilayah Wae Kelambu (Foto: TeamYPF/IDE)

Wacana Pindah Lokasi Dermaga Niaga, Bagian Tapem Mabar Lupa Besaran Nominal Uang Pembebasan Lahan Warga di Laboliang

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Warga Bari, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat Geram dengan isu pemindahan lokasi pelabuhan Niaga yang semula direncanakan bangun di Laboliang, Bari dan kemudian diisukan bergeser ke Wilayah sekitar Rangko atau tepatnya di Menjerite.

Mendapat Informasi pemindahan lokasi pembangunan pelabuhan Niaga, warga Bari yang telah menyerahkan lahanya kepada pemerintah daerah kabupaten Manggarai Barat berencana mengambil kembali lahan seluas 4.6 Hektare (Ha) tersebut.

“Kami serahkan tanah ini untuk pembangunan dermaga bukan untuk kepentingan lain sehingga adapun ‘ungkapan terima kasih’ dari pemerintah hanya sebesar Rp. 50.000,000,00 per bagianya,” ungkap Daeng Kalabe kepada floreseditorial.com beberapa waktu lalu.

Kata dia, penyerahan lahan dan ungkapan ‘terima kasih dari pemerintah’ itu berlangsung di Kantor camat Macang pacar dan pihak pemerintahnya diwakili oleh kepala bagian tata pemerintahan Ambros Sukur.

Menurutnya, dikatakan ‘ungkapan terima kasih’ karena nominal uang yang diterima tidak sebesar jika dinominalkan dengan nilai transaksi jual beli tanah.

Saat media ini mengkonfirmasi hal tersebut kepada kepala bagian tata pemerintahan (Kabag Tapem) Manggarai Barat, Ambros Sukur, ia mengaku lupa dan tidak mengingat pasti nominal uang ganti ruginya.

“Lahanya sebesar 4 Ha lebih dan nominal uangnya bendahara yang tau pasti, saya sudah lupa karena sudah lama”, jawabnya singkat saat dihubungi melalui telepon seluler pada Rabu (18/12/2019).

Ia juga berdalih bahwa dirinya tidak memiliki urusan dengan proses pembangunan dermaga.

“Saya hanya pengadaan lahan saja, sementara pembangunan dermaga saya tidak ada urusan”, tambah Kabag Tapem.

Selanjutnya media mengkonfirmasi kepada Kepala Bagian Perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan Daerah (Bappeda) Mabar terkait masterplan pembangunan dermaga niaga tersebut.

Saat dikonfirmasi, Fransiskus Sales Sodo, kepala Bappeda menerangkan bahwa masterplan pembangunan dermaga niaga tersebut tidak dimiliki oleh daerah karena itu merupakan program pusat.

“Sementara lokasinya, untuk sementara hasil kajian teknis belum ada kesimpulan. Itu kewenangan tim teknis dari departement perhubungan”, terang Fransiskus.

Untuk pembebasan lahan di Bari, ia mengaku yang mengetahui ialah bagian tata pemerintahan.

“Yang mengetahui itu kabag Tapem, bisa konfirmasi kesana”, ujar Kepala Bappeda.

Selanjutnya dia menerangkan, bahwa anggaran pembebasan lahan yang di Bari memang ditanggung oleh pemerintah daerah Manggarai Barat.

Sementara data yang dihimpun media ini dari berbagai sumber, lokasi alternatif pembangunan dermaga niaga tersebut ialah di Menjerite wilayah Rangko, waewatu wilayah Batu Gosok dan pantai Wae Kelambu yang memiliki Bakau.

Laporan : IDE

Artikel ini telah dibaca 2615 kali

Baca Lainnya
x