Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Manggarai Timur

Senin, 21 September 2020 - 17:07 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Kepala Desa Golo Kantar, Merdianus Jehaman. (Foto: Ignas Tulus)

Kepala Desa Golo Kantar, Merdianus Jehaman. (Foto: Ignas Tulus)

Dana Covid-19 Dipangkas Bayar Pajak dan Uang Komite, Kades Golo Kantar: Masyarakat Jangan Mental Enak

Manggarai Timur, floreseditorial.com – Sejumlah warga miskin di Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menerima dana Bantuan Sosial (Banson) Covid-19 dari pemerintah, mengaku kecewa dengan pemotongan sepihak dana tersebut oleh Pemerintah Desa Golo Kantar.

Informasi yang dihimpun dari beberapa warga yang tidak ingin namanya dimediakan, menjelaskan, warga penerima Bansos Covid-19 kecewa lantaran bantuan tersebut dipotong dengan alasan untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan uang komite siswa yang sekolah di SDK Jawang.

“Yang anehnya lagi, warga penerima bansos yang dananya dipotong, tidak diberitahukan terlebih dahulu melalui pengumuman ataupun sosialisasi oleh pemerintah desa,” sebut salah satu warga dengan nada kesal.

Masyarakat mengaku kecewa dan tak terima dengan tindakan aparat desa yang ‘menyunat’ hak mereka. Apalagi, disaat warga sedang susah menghadapi pandemi covid-19 ini. Namun karena tak ingin terjadi keributan, warga hanya diam saat dilakukan pemotongan basos tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Golo Kantar, Merdianus Jehaman, membantah perihal pemotongan dana tersebut.

“Itu bukan pemotongan karena semua itu berdasarkan kesepakatan,” kata Kades Golo Kantar, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, Desa Golo Kantar masih memiliki tunggakan pajak tahun 2019 hampir sebesar Rp 8.000.000.

“Untuk tahun 2020, sudah dua puluh lima juta sekian,” jelas Merdianus.

Ia menegaskan, masyarakat jangan hanya tahu menuntut haknya sebagai warga negara, tetapi juga harus menjalankan kewajiban.

“Masyarakat yang ingin mengurus surat keterangan, harus bayar pajak terlebih dahulu, supaya tidak terbiasa dengan mental enak. Pajak itu, tidak sampai Rp 30.000, paling hanya Rp 15.000. Beberapa orang saja yang bayar sebesar Rp 20.000 per tahun,” tambahnya.

Senada dengan Kepala Desa Golo Kantar, Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) Jawang, Aleksius Nambung, mengatakan, pemotongan tersebut berdasarkan kesepakatan antara orang tua murid dengan ketua komite.

“Orang tua murid bersama ketua komite bersepakat untuk memotong data bagi yang punya tunggakan tahun lalu,” jelas Aleksius.

Menurutnya, yang memutuskan untuk melakukan pemotongan adalah peserta rapat yang hadir saat rapat komite. (igt)

Artikel ini telah dibaca 1023 kali

Baca Lainnya
x