Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Manggarai Timur News

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 19:15 WIB

3 hari yang lalu

logo

Pria yang diduga mabuk saat konsumsi miras di Kantor Desa Ulu Wae, Kecamatan Pocoranaka Timur, Matim, NTT. (Foto: Ist)

Pria yang diduga mabuk saat konsumsi miras di Kantor Desa Ulu Wae, Kecamatan Pocoranaka Timur, Matim, NTT. (Foto: Ist)

Kantor Desa di Matim Dijadikan Tempat Konsumsi Miras

Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Kantor Desa Ulu Wae, Kecamatan Pocoranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), sontak viral di berbagai grup Facebook. Pasalnya, kantor desa yang seharusnya menjadi tempat pelayanan bagi masyarakat itu, malah dijadikan tempat untuk mengkonsumsi minuman-minuman keras (miras).

Hal tersebut seperti yang terlihat di grup Facebook Demokrasi Manggarai Timur. Pada grup itu, akun Facebook atas nama, Bastian Paju, memposting foto seorang pria sedang tidur di sofa, diduga dalam keadaan mabuk. Hal itu didukung dengan adanya dua botol miras, dua gelas minuman serta bungkusan makanan ringan yang diletakkan di atas meja.

Dalam postingan itu, Bastian Paju, mengaku, peristiwa mabuk-mabukan itu terjadi di Kantor Desa Ulu Wae, Kecamatan Pocoranaka Timur.

“Kantor Desa Ulu Wae, dijadikan tempat minum mabuk. Sangat miris,” tulis Bastian di grup Facebook Demokrasi Manggarai Timur.

Bukan hanya, Bastian, foto yang sama juga diunggah oleh akun Facebook atas nama, Gado Gado, di grup Facebook Manggarai Timur Bebas Berpendapat. Di grup itu, akun tersebut juga mengaku, pesta miras itu terjadi di Kantor Desa Ulu Wae, Kecamatan Pocoranaka Timur, Matim.

“Ruangan Kantor Desa Ulu Wae, Kecamatan Pocoranaka Timur dijadikan tempat mabuk-mabukan,” tulis akun atas nama Gado Gado di grup tersebut.

Akun Gado Gado tersebut bahkan menulis, jika tidak percaya dengan foto/gambar yang Ia unggah itu, bisa tanyakan di keluarga atau kenalan yang ada di Biting, Desa Ulu Wae.

Sementara itu, Kepala Desa Ulu Wae, Fransiskus Hardi, ketika dihubungi media ini, Sabtu (17/10/2020) siang, membenarkan bahwa kejadian itu berlangsung di Kantor Desa Ulu Wae. Meski demikian, Frans, mempertanyakan waktu pengambilan gambar tersebut.

“Kalau di lihat dari foto, ini betul di Kantor Desa Ulu Wae. Tapi satu pertanyaan, ini foto kapan dan siapa yang foto? Terus di papan struktur itu, nama pejabat lama semua,” tulis Frans melalui pesan WhatsApp.

Senada, Sekretaris Desa Ulu Wae, Albertus Frans Teling, juga membenarkan bahwa kejadian seperti yang di unggah di berbagai grup Facebook itu, terjadi di kantor desa setempat.

“Yang diunggah sama Batian Paju itu, benar di Kantor Desa Ulu Wae. Tapi yang kami mau tanya, itu kejadiannya kapan?,” ungkap Albertus.

Ia mengaku, selama dirinya menjabat sebagai Sekretaris Desa Ulu Wae, pihaknya tidak pernah melakukan hal seperti yang beredar di berbagai grup Facebook itu.

“Jamannya kami sekarang itu, di mejanya ada taplak meja. Sofanya itu, benar di Kantor Desa Ulu Wae. Di dinding yang beredar itu ada struktur pejabat lama. Sementara sekarang, di dinding tersebut dipasang peta pariwisata. Dan yang saya mau tanya itu, yang lagi tidur itu siapa?,” tambah Albertus.

Mengakhiri pembicaraannya, Albert, mengatakan, pihaknya akan melapor orang-orang yang menyebarkan foto itu di grup Facebook kepada pihak kepolisian, agar dapat mengklarifikasi perihal kejadian pada foto tersebut. (igt)

Artikel ini telah dibaca 2474 kali

Baca Lainnya
x