Manggarai Timur

Rabu, 11 September 2019 - 09:00 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Herson Loi (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Herson Loi (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Masyarakat Pertanyakan Kinerja Inspektorat Kabupaten Manggarai Timur

Floreseditorial.com, Borong – Tokoh Muda asal Elar selatan, kabupaten Manggarai Timur Herson Loi mempertanyakan sikap dan ketegasan inspektorat daerah kabupaten Manggarai Timur terkait hasil audit di desa.

Herson menjelaskan , beberapa Minggu yang lalu Inspektorat Matim turun ke Desa untuk mengaudit dan melakukan penertiban aset Desa.

“Tetapi ada hal yang menjadi pertanyaan publik yaitu Inspektorat hanya mengaudit yang sifatnya administrasi tanpa melihat fakta atau kondisi fisik sebuah pembangunan,” kata Herson Rabu (11/09).

Selain itu, kata pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu, Inspektorat dinilai tidak tegas karena sampai dengan saat ini masih ada mantan Kades yang menggunakan aset atau fasilitas milik Desa seperti sepeda motor, laptop, printer bahkan termasuk perlengkapan dapur.

“Makanya timbul pertanyaan publik jangan-jangan inspektorat ada konspirasi sama mantan kades,”tandas Herson.

Advokad Muda ini juga mengatakan, Demi menjaga marwah inspektorat, badan auditor daerah itu diharapkan untuk berimbang dalam melakukan audit.

“Terima laporan administrasi dan cek kondisi fisiknya karena bisa saja laporan secara adminsinya rapi tapi kondisi fisiknya berantakan. Dan bila ada temuan Inspektorat harus bersikap tegas,” tegasnya.

Kata Herson , Masyarakatpun berharap bahwa Inspektorat harus transparan dengan hasil auditnya dan harus dipublikasikan biar masyarakat mengetahuinya.

“Contohnya terjadi di Desa Golo Linus, Ada paket pembangunan yang belum dikerjakan tapi sudah ada dalam laporan daftar aset desa. Seperti telford dan Lapen baru drop material belum mulai kerja tapi sudah ada dalam laporan, inikan lucu,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan aset desa untuk kepentingan pribadi Kepala desa juga semakin marak terjadi.

“Aset Desa seperti Motor dan laptop dan lain-lainnya sampai saat ini masih digunakan oleh mantan kades Golo Linus, padahal dia Sudah tidak menjabat, makanya masyarakat minta inspektorat dan Dinas PMD harus Tegas,” tutup Herson.

Terkait kinerja Inspektorat daerah kabupaten Manggarai Timur yang terkesan jalan ditempat ini juga disampaikan oleh Heribertus Ardiman, salah satu anggota BPD desa Rende Nao saat ditemui media ini di dusun Wuas pada Sabtu (08/09) lalu.

Ia menjelaskan bahwa pengaduan yang dilayangkan ke inspektorat kabupaten Manggarai Timur beberapa waktu lalu hingga saat ini justru tidak direspon.

“Padahal pengaduan terkait dugaan penyalahgunaan dana desa dan sejumlah pungutan kepada warga sudah kami layangkan ke Inspektorat tetapi tak kunjung di Respon,” kata Heribertus Ardiman.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sejumlah pengaduan yang telah dilayangkan ke Inspektorat kabupaten Manggarai Timur seperti dugaan penjualan pipa milik desa kepada pihak lain, dugaan penyalahgunaan dana anggur merah dan tidak dibayarnya HOK para pekerja proyek desa.

Selain itu, kata Heribertus, tidak transparannya pengelolaan dana desa di Desa tersebut juga telah ia sampaikan ke Inspektorat.

“Bukannya ditindaklanjuti, tapi malah didiamkan,” ungkap Heribertus.

Sementara hingga saat ini, media masih berusaha ini menghubungi kepala badan Inspektorat daerah kabupaten Manggarai Timur terkait banyaknya keluhan warga pada kinerja instansi yang dipimpin Fansi Jahang itu.

Laporan : Yopie Moon

Artikel ini telah dibaca 429 kali

Baca Lainnya
x