Manggarai Timur

Rabu, 2 Agustus 2017 - 15:46 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Mensi Anam,  Ketua  DPC Partai Hanura Kabupaten Manggarai Timur (Foto:Ist)

Mensi Anam, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Manggarai Timur (Foto:Ist)

Merasa Belum Maksimal Bekerja Bagi Warga Elar Raya, Ini Kata Mensi Anam

Borong,  floreseditorial.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Mensi Anam menyampaikan permintaan maaf kepada warga Elar dan Elar Selatan terkait buruknya akses jalan ke kecamatan tersebut.

Hal ini disampaikan Mensi, dalam sambutannya pada syukuran pelantikan Kepala Desa Mosi Ngaran Kecamatan Elar Selatan dihadapan ratusan warga kamis 27 juli 2017 silam.

Anggota DPRD Fraksi Hanura itu menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh warga Elar dan Elar Selatan kalau selama ini merasa kurang diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

“Selama 2 periode saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur yang tentunya sebagai  salah satu unsur penyelenggara pemerintahan kabupaten merasa belum memberikan kontribusi secara signifikan kepada warga Elar raya,” kata Mensi.

Dalam kesempatan tersebut Mensi juga  menambahkan bahwa sebagai anggota dewan, dirinya tentu merasa malu dan  lelah setelah melewati jalan ke Elar Selatan yang buruk , “saya tidak sanggup menyatakan cita-cita dan impian disini, takut dicibir, takut tidak dipercayai,” imbuh mensi.

Menurut dia, masyarakat kini  berharap agar ada pemimpin yang mau membangun dari perbatasan, mau bangun dari pinggiran, mau bangun dari daerah terpencil.

“Tahun 2018 masyarakat Matim akan memilih  pemimpin baru, saya harapkan Elar raya harus bangkit, bangkit untuk bersama dan bersatu membangun komitmen dalam memilih pemimpin yang mau bangun dari perbatasan, pinggiran dan terpencil, kalau mau bikin kontrak politik, lakukanlah,” Tegas anggota DPRD Partai Hanura Kabupaten Manggarai Timur ini.

Pada kesempatan yang sama, Mensi juga meminta kepada kepala desa Mosi Ngaran untuk melakukan rekonsiliasi.

“Pihak pemenang atau yang terpilih selalu menjadi pihak yang memulai untuk rekonsiliasi dan berdamai, hanya dengan bersama dan bersatu, pembangunan di desa Mosi Ngaran ini berjalan lancar dan sukses,”Ujarnya.

Mensi juga menegaskan bahwa jikalau terjadi  masalah atau persoalan  di desa, jangan buru-buru melaporkanya kepada atasan, “sedapat mungkin untuk selesaikan di desa saja, maksimalkan peran BPD,”tegasnya.

Mensi mengakui bahwa, saat ini Kabupaten Manggarai Timur belum mampu  menciptakan sistem pembangunan yang bersinergis.

“Kalaupun ada belum komprehensif dan komit menjalankannya,” kata Mensi Anam.***(Andre)

Editor: Tonny Rahu

Artikel ini telah dibaca 379 kali

Baca Lainnya
x