Manggarai Timur

Senin, 4 November 2019 - 08:39 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Screenshot Vidio Polisi Arsy Lentar saat mencungkei beberapa bagian pengerjaan jalan yang diduga dikerjakan asal - asalan (Foto: Sreenshoot Vidio)

Screenshot Vidio Polisi Arsy Lentar saat mencungkei beberapa bagian pengerjaan jalan yang diduga dikerjakan asal - asalan (Foto: Sreenshoot Vidio)

Polisi di Manggarai Timur Cungkil Aspal, Vidionya Viral di Medsos

Floreseditorial.com, Borong – Sebuah Vidio berdurasi hampir 4 menit memperlihatkan seorang anggota Polisi yang sedang mencungkil aspal viral di media sosial.

Aksi tersebut aspal dilakukan oleh anggota POLRI itu diduga dikarenakan kualitas pengerjaan jalan yang buruk dan dikerjakan asal – asalan oleh kontraktor.

Anggota polri tersebut diketahui bernama Arsilinus Lentar, Polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Nampar Tabang, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam Vidio tersebut, Ia terlihat mencungkil aspal tersebut dengan sebilah bambu.

“Ini baru pakai bambu, belum kalau pakai linggis,” kata Arsy dalam Vidio tersebut.

Beragam komentarpun menghiasi lini masa media sosial Facebook atas aksi polisi berpangkat Bripka itu.

Pantauan media, dominasi komentar warganet mengapresiasi sikap Polisi Arsy yang telah mengawasi pengerjaan jalan di wilayah tersebut.

Praktisi hukum Dr. Laurentius Ni, S.H.,MH kepada media ini menjelaskan bahwa apa yang diperlihatkan dalam video tersebut, menunjukan bahwa pengerjaan proyek jalan tersebut berkualitas buruk.

“Dan memang harus ditindak tegas, karena pengerjaan jalan yang asal-asalan,” Kata Laurentius Ni, Senin (04/11/2019).

Kata dia, anggota Polisi Arsy Lentar melakukan itu sebagai bentuk pengawasan terhadap pengerjaan proyek tersebut.

“Apa yang dilakukan oleh pak Arsy adalah bentuk pengawasan dalam kapasitas sebagai polisi dan secara pribadi saya mengapresiasi polisi Arsy yang sudah memvidiokan hal itu dan membuat masyarakat tau,” tuturnya.

Karena itu, kata Laurentius Ni, di ruas jalan tersebut, harus dilakukan pengerjaan ulang dengan pengerjaan yang memenuhi standar yang sudah ditentukan.

“Kontraktor yang bersangkutan juga tidak boleh diberikan lagi proyek, karena jalan yang ia kerjakan hanya dikerjakan asal selesai,” kata Dosen Universitas Katolik St. Paulus Ruteng itu

Dihubungi pada Senin (04/11/2019), kepala dinas pekerjaan umum kabupaten Manggarai Timur Yos Marto kepada floreseditorial.com menjelaskan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim ke Lokasi tersebut.

“Tadi kita sudah turunkan Tim, ke Lokasi,” tutup Yos Marto.

Diketahui bahwa proyek lapen dalam video tersebut dikabarkan berada di ruas jalan Benteng Jawa menuju Necak di Kecamatan Lamba Leda.

Laporan : Yopie Moon

Artikel ini telah dibaca 1601 kali

Baca Lainnya
x